Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemda provinsi dan kabupaten bersama TNI-Polri bersama menangani banjir.

Pemda provinsi dan kabupaten bersama TNI-Polri bersama menangani banjir.

HALBAR — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat resmi memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Halmahera Barat Nomor 25/KPTS/1/2026 tentang Perpanjangan Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di wilayah Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.

Perpanjangan status tanggap darurat ini merupakan hasil kesepakatan Rapat Pos Komando Tanggap Darurat yang digelar pada Minggu, 11 Januari 2026, pukul 15.00 WIT. Status tanggap darurat diperpanjang selama 14 hari, terhitung mulai 14 Januari hingga 27 Januari 2026.

“Perpanjangan status tanggap darurat ini dilakukan karena kondisi di lapangan masih membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi. Banyak rumah warga yang masih tertimbun material banjir dan longsor, serta akses jalan antarwilayah yang rusak parah dan belum dapat dilalui,” ujar Iksan R.A. Arsyad, Tim Komunikasi Publik Pemprov Maluku Utara pada Penanganan Bencana Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara.

Ia menjelaskan, sejumlah wilayah yang ditetapkan dalam Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor meliputi Kecamatan Sahu, Ibu Selatan, Ibu, Tabaru, Loloda dan Loloda Tengah, dengan total puluhan desa terdampak banjir dan tanah longsor.

Baca Juga :  Proyek Drainase di Guraping Mangkrak, Warga Resah dan Tuntut Kepastian

Menurut Iksan, upaya penanganan terus dilakukan secara terpadu melalui gotong royong antara TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, dan masyarakat setempat. Kegiatan difokuskan pada pembersihan rumah-rumah warga terdampak agar masyarakat dapat segera kembali ke rumah masing-masing dari pos pengungsian.

“Di Kecamatan Loloda, pembersihan dilakukan di rumah warga dan fasilitas ibadah, termasuk gereja di Desa Soasio. Selain itu, dapur umum di Desa Kedi sudah mulai beroperasi dan melayani warga terdampak, dengan pembagian makanan yang dilakukan oleh TNI bersama masyarakat sekitar,” jelasnya.

Terkait distribusi bantuan, Iksan menyampaikan bahwa logistik berupa beras, mie instan, telur, ikan sarden, minyak goreng dan air mineral telah disalurkan ke wilayah terdampak, khususnya ke Desa Kedi, Kecamatan Loloda, yang menjadi lokasi pengungsian warga Desa Totala Jaya.

Baca Juga :  ASN Provinsi Malut Belum Terima Gaji, Pegawai: "Mungkin ini Masih Tanggal 46 Desember"

“Karena sejumlah akses darat terputus dan tertimbun material longsor, distribusi logistik dilakukan melalui jalur laut menggunakan perahu nelayan jenis fiber,” katanya.

Ia menambahkan, Wakil Bupati Halmahera Barat juga telah turun langsung meninjau lokasi pengungsian di Desa Kedi untuk memastikan kebutuhan logistik, pakaian serta konsumsi masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara merata.

Selain penanganan fisik dan logistik, layanan kesehatan juga menjadi perhatian. Menurut Iksan, Bhayangkari Polda Maluku Utara bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Malut telah melaksanakan bakti kesehatan di posko pengungsian Desa Tongute Ternate, Kecamatan Ibu.

“Layanan kesehatan ini diberikan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat terdampak tetap terjaga selama berada di pengungsian,” ujarnya.

Ia menegaskan, hingga saat ini bantuan dari berbagai instansi dan elemen masyarakat terus berdatangan. “Kami berharap bantuan logistik dan peralatan rumah tangga ini dapat mencukupi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat hingga pascabencana banjir dan tanah longsor,” pungkas Iksan.

Berita Terkait

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan
PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak
Kasus Korupsi Proyek “Welcome to Halbar” Seret Nama Mantan Calon Wali Kota Ternate hingga Mantan Suami Artis
Tim Patroli Gabungan Temukan Kayu Ilegal di Halmahera Timur
Gaji 2 Bulan Belum Dibayar, 570 Pegawai PPPK Dikbud Malut Ancam Mogok Kerja
Ratusan PPPK Dikbud Malut Belum Terima Gaji Dua Bulan, Kinerja Bendahara Dipertanyakan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 06:54 WIB

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:50 WIB

Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:59 WIB

Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:04 WIB

Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:38 WIB

PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:59 WIB

Kasus Korupsi Proyek “Welcome to Halbar” Seret Nama Mantan Calon Wali Kota Ternate hingga Mantan Suami Artis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 13:53 WIB

Tim Patroli Gabungan Temukan Kayu Ilegal di Halmahera Timur

Selasa, 14 Oktober 2025 - 12:40 WIB

Gaji 2 Bulan Belum Dibayar, 570 Pegawai PPPK Dikbud Malut Ancam Mogok Kerja

Berita Terbaru