Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 06:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangkogabwilhan III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto terjun langsung ke lokasi terdampak banjir untuk memberikan bantuan kepada warga.

Pangkogabwilhan III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto terjun langsung ke lokasi terdampak banjir untuk memberikan bantuan kepada warga.

HALBAR — Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, meninjau langsung lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, Minggu (18/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Pangkogabwilhan III didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Barat, Julius Marau. Selain meninjau lokasi terdampak, rombongan juga mengunjungi posko pengungsian dan menyerahkan bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat korban bencana.

Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto menyampaikan bahwa kehadiran Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III bertujuan memastikan kondisi masyarakat pascabencana serta melihat langsung penanganan yang telah dilakukan di lapangan.

“Kehadiran kami di Kecamatan Ibu ini untuk memastikan kondisi masyarakat yang terdampak banjir dan longsor beberapa waktu lalu, sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga kecamatan terdampak yang menjadi fokus perhatian, sehingga perlu koordinasi lintas sektor agar penanganan dapat dilakukan secara optimal.

Baca Juga :  Pemkab Pulau Morotai Dinilai Ingkar Janji, Hak ASN dan Gaji P3K Belum Dibayarkan

“Ada tiga kecamatan yang ingin kami pastikan kondisi masyarakatnya serta bagaimana penanganan bencana berjalan. Jika masih ada hal yang perlu dikoordinasikan, akan segera kami lakukan agar penanganannya lebih baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangkogabwilhan III juga menyerahkan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, minyak goreng, dan kebutuhan lainnya melalui posko induk. Selain itu, bantuan kesehatan sebelumnya juga telah disalurkan oleh satuan kewilayahan di Maluku Utara.

Ia turut memberikan pesan kepada masyarakat agar tetap sabar, kuat, dan semangat selama berada di pengungsian, serta mematuhi aturan dan petunjuk petugas demi kelancaran pengelolaan pengungsian.

Sementara itu, Sekda Halmahera Barat, Julius Marau, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat telah memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor hingga 27 Januari 2026.

“Melalui koordinasi yang dilakukan pada 11 Januari dan diperpanjang pada 14 Januari 2026, pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat sampai 27 Januari 2026,” jelasnya.

Baca Juga :  Gelorakan Aspirasi Pemekaran, Sofifi Siap Bahas DOB di Musyawarah Akbar

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama Satgas TNI dan Polri terus melakukan upaya pemulihan dan pembersihan rumah-rumah warga terdampak. Warga yang rumahnya telah dibersihkan dan dipulihkan diharapkan dapat kembali menempati rumah masing-masing.

Selain itu, distribusi logistik ke desa-desa terdampak juga terus dilakukan. Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan belum dapat dibenahi, pemerintah menyiapkan lokasi pengungsian terpusat dan akan terus memberikan pelayanan hingga kondisi benar-benar pulih.

Sementara itu, Komandan Posko Tanggap Darurat yang juga Dandim 1051/Ternate menyampaikan bahwa bantuan logistik hingga saat ini masih terus berdatangan dari berbagai elemen dan instansi.

“Bantuan masih terus datang. Harapannya, setelah masa tanggap darurat berakhir dan kondisi mulai pulih, stok logistik ini masih dapat dimanfaatkan karena aktivitas ekonomi warga belum sepenuhnya normal,” pungkasnya.

Berita Terkait

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia
GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi
Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu
Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan
Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:51 WIB

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:07 WIB

GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:08 WIB

Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu

Rabu, 22 April 2026 - 15:50 WIB

Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan

Senin, 19 Januari 2026 - 06:54 WIB

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:50 WIB

Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Berita Terbaru