TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Pertanian memperketat pengawasan terhadap hewan kurban yang masuk ke wilayahnya menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Tidore, Khatab Adjam, mengatakan pengawasan dilakukan dengan skema yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni dengan menempatkan pos pemeriksaan di sejumlah pintu masuk utama.
“Pengawasan sapi kurban dilakukan di titik-titik masuk seperti Pelabuhan Ferry Dowora dan Pelabuhan Ferry Rum untuk mencatat serta memeriksa setiap hewan yang masuk dari luar Tidore,” ujar Khatab, Sabtu (18/4/2026).
Selain di pintu masuk, pengawasan juga diperluas hingga ke tingkat kelurahan dan desa. Langkah ini bertujuan memastikan hewan kurban yang akan disembelih dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat.
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan secara langsung di lapangan (ante mortem), dengan memeriksa kondisi fisik hewan tanpa melalui uji laboratorium. Petugas akan mengidentifikasi tanda-tanda penyakit, seperti luka atau indikasi penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Jika ditemukan hewan dengan gejala tidak layak, petugas akan segera mengambil tindakan sesuai prosedur,” katanya.
Khatab menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan adanya hewan kurban yang terindikasi penyakit, termasuk PMK, di wilayah Maluku Utara.
“Alhamdulillah, sampai tahun lalu tidak ditemukan hewan kurban yang sakit atau cacat. Untuk PMK, hingga kini juga belum ditemukan kasus di Maluku Utara, sehingga Kota Tidore masih aman,” ujarnya.(*)








