TIDORE – Banyak Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan, dilaporkan tidak berfungsi. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung pada aktivitas warga, khususnya pengguna jalan di malam hari.
Keluhan tersebut disampaikan warga Tidore Timur, Rustam Hamisi. Ia menilai penerangan jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang seharusnya menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui dinas terkait.
“Penerangan jalan itu kebutuhan dasar, bukan sekadar hiasan kota. Kalau pemerintah memang tidak peduli atau tidak sanggup mengurus PJU, lebih baik tiang-tiang besinya dijual saja ke besi tua. Setidaknya masih ada manfaatnya,” tegas Rustam.
Rustam yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KNPI Tidore Timur menambahkan, lampu jalan yang tidak menyala berpotensi membahayakan keselamatan warga. Menurutnya, fungsi utama PJU adalah memberikan penerangan di malam hari untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara.
“Lampu jalan membantu pengguna mobil, motor, sepeda, maupun pejalan kaki melihat kondisi jalan, marka, dan objek di sekitar. Ini penting untuk mencegah kecelakaan dan mengurangi potensi kriminalitas,” jelasnya.
Ia menilai, membiarkan PJU mati selama bertahun-tahun merupakan bentuk kelalaian terbuka terhadap keselamatan dan rasa aman masyarakat. Jalanan gelap setiap malam, sementara tiang lampu berdiri tanpa fungsi, menjadi simbol gagalnya pelayanan publik.
Rustam juga membandingkan dengan Kota Ternate yang saat ini mulai melakukan perbaikan PJU. Menurutnya, persoalan lampu jalan bukan soal kemampuan teknis, melainkan soal kemauan pemerintah.
“Kita lihat di Ternate sudah mulai diperbaiki. Artinya ini bukan soal sulit atau tidak bisa, tapi soal ada niat atau tidak. Kalau ada kemauan, lampu pasti menyala,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Tidore Kepulauan segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki seluruh PJU yang rusak demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Kalau lampu jalan menyala semua, kota jadi lebih indah dan pengguna jalan merasa aman. Jangan tunggu ada korban dulu baru sibuk. Urus lampu jalan saja tidak tuntas, bagaimana rakyat bisa percaya pada komitmen pelayanan pemerintah,” tutup Rustam. (*)






