Gaji 2 Bulan Belum Dibayar, 570 Pegawai PPPK Dikbud Malut Ancam Mogok Kerja

- Jurnalis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Ka Dikbud Malut Abubakar Abdullah saat menjabat Plt Sekda Malut menyalami peserta PPPK.

Plt Ka Dikbud Malut Abubakar Abdullah saat menjabat Plt Sekda Malut menyalami peserta PPPK.

SOFIFI – Sebanyak 570 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara mengancam akan melakukan mogok kerja massal jika gaji mereka yang tertunggak selama dua bulan tidak segera dibayarkan.

Koordinator PPPK tahap I, Fadli Abd Kadir mengaku kecewa karena gaji bulan September dan Oktober 2025 hingga kini belum juga cair. Kondisi ini membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sementara aktivitas mengajar di sekolah dan berkantor tetap mereka jalankan seperti biasa.

Baca Juga :  Busyro Muqoddas: Hilirisasi Nikel Adalah Bentuk Radikalisme Politik

Fadli mengungkapkan, keterlambatan pembayaran dikarenakan bendahara gaji Dikbud Malut terlambat mengimput data PPPK tahap 1, namun OPD lain sudah menerima gaji sejak September dan Desember.

“Kami tetap bekerja, tapi gaji belum dibayar dua bulan. Kalau begini terus, kami terpaksa mogok kerja karena sudah tidak sanggup lagi menanggung kebutuhan rumah tangga,” keluhnya, Selasa (14/10/2025).

Baca Juga :  Satu Longboat Hilang Kontak di Perairan Halmahera, SAR Ternate Kerahkan Tim Pencarian

Informasi yang beredar di internal Dikbud Malut menyebutkan, penyebab utama keterlambatan gaji berasal dari kinerja bendahara pengeluaran yang tidak becus, sehingga proses administrasi keuangan menjadi terhambat.

“Kami meminta agar kadis bisa melihat persoalan ini sehingga dapat diambil keputusan,” harapnya.

Plt Kepala Dikbud Malut, Abubakar Abdullah saat dikonfirmasi mengaku akan memeriksa hal ini sehingga bisa dicarikan solusi terbaik.

“Nanti saya cek ke bendahara gaji,” singkatnya.

Berita Terkait

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia
GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi
Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu
Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat
Berita ini 767 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:51 WIB

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:07 WIB

GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:08 WIB

Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu

Senin, 19 Januari 2026 - 06:54 WIB

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:50 WIB

Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:59 WIB

Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat

Berita Terbaru