Tunjangan DPRD Tidore Capai Rp17,5 Miliar, GP Ansor Desak Pemangkasan

- Jurnalis

Senin, 1 September 2025 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor DPRD Kota Tidore Kepulauan.

Kantor DPRD Kota Tidore Kepulauan.

TIDORE – Kehidupan 25 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan pada tahun 2025 terbilang bergelimang fasilitas.

Selain gaji pokok, mereka juga mengantongi berbagai tunjangan dengan total mencapai Rp17,54 miliar dalam setahun, berdasarkan dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Rinciannya, tunjangan perumahan sebesar Rp4,46 miliar, tunjangan kesejahteraan Rp4,53 miliar, tunjangan transportasi Rp3,51 miliar, tunjangan komunikasi intensif Rp3,15 miliar, tunjangan keluarga Rp79 juta, tunjangan beras Rp101 juta, tunjangan jabatan Rp814 juta, tunjangan alat kelengkapan Rp99 juta, dan tunjangan reses Rp787 juta.

Jumlah itu belum termasuk biaya lain-lain seperti PPh, jaminan sosial, uang representasi, hingga paket DPRD yang menambah beban APBD sekitar Rp934 juta.

Baca Juga :  Bupati Fifian Adeningsi Mus Dilantik sebagai Ketua Mabicab Pramuka Kepulauan Sula

Kondisi ini kontras dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) Maluku Utara yang hanya Rp3,4 juta per bulan.

Menanggapi hal itu, Ketua GP Ansor Kota Tidore, Jafar Noh Idrus, mendesak DPRD untuk berbenah. Ia menilai sejumlah tunjangan tidak layak dipertahankan, terutama tunjangan perumahan, kesejahteraan, dan transportasi yang jika digabungkan nilainya lebih dari Rp13 miliar.

“Uang sebanyak ini jika digunakan untuk kepentingan rakyat, jauh lebih bermanfaat ketimbang hanya dinikmati anggota DPRD setiap tahun,” tegas Jafar, Senin (1/9/2025).

Ia juga menyoroti besarnya alokasi tunjangan komunikasi intensif yang mencapai Rp3,15 miliar.

“Jika dibagi 25 anggota DPRD, maka per orang bisa mengantongi Rp126 juta per bulan hanya untuk komunikasi. DPRD ini berkomunikasi seperti apa sampai harus menghabiskan anggaran sebesar itu?” sindirnya.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penganiayaan Anak di Sulabesi Timur Kurang dari 24 Jam

Menurut Jafar, Pemerintah Kota Tidore bersama Wali Kota Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman perlu segera mengevaluasi besaran tunjangan DPRD. Apalagi, di tingkat nasional Presiden Prabowo Subianto sudah berencana memangkas sebagian tunjangan DPR RI yang dinilai tidak urgen.

“Masyarakat kita masih banyak yang kesulitan mencari pekerjaan, wilayah Oba pun masih butuh pembangunan yang memadai. DPRD harusnya peka terhadap kondisi ini, bukan bersenang-senang di atas penderitaan rakyat,” tandasnya.

GP Ansor Tidore berencana menggalang aksi demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap kebijakan tunjangan DPRD tersebut.

Berita Terkait

Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak
Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia
GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi
Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu
Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:53 WIB

Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:51 WIB

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:07 WIB

GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:08 WIB

Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu

Rabu, 22 April 2026 - 15:50 WIB

Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan

Berita Terbaru