MARASAI.iD – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Sula, La Sengka La Dadu, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kepulauan Sula, Idham Umamit, yang dinilai kurang maksimal dalam membangun komunikasi dan koordinasi pada urusan keagamaan.
La Sengka menilai, sejumlah kegiatan keagamaan yang mestinya melibatkan sinergi antara Pemda dan Kemenag justru berjalan tanpa arah yang jelas karena minimnya koordinasi dari pihak Kesra.
“Menurut saya, koordinasinya kurang lancar. Saya sendiri sebagai kepala kantor pernah coba berkoordinasi, bahkan lewat telepon tidak diangkat. Itu artinya komunikasi kita terputus. Akibatnya, pelaksanaan STQ kemarin berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (3/7/2025).
Ia menjelaskan, secara teknis pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), maupun ibadah haji adalah tanggung jawab Kemenag. Namun, seluruh pembiayaan menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah melalui bagian Kesra.
“Kesra itu hanya urus anggaran, sementara tanggung jawab penuh pada jamaah haji ada di Kementerian Agama. Tapi penjemputan haji pun kami jalankan sendiri karena koordinasinya tersendat, banyak yang tidak nyambung,” ungkapnya.
Ia menyayangkan lemahnya komunikasi yang justru menghambat kualitas pelayanan terhadap umat. Menurutnya, pelayanan keagamaan semestinya menjadi perhatian bersama karena menyangkut kebutuhan masyarakat luas.
“Harapan saya, ke depan jangan lagi seperti ini. Komunikasi yang terputus harus segera disambungkan kembali. Karena apapun alasannya, pelayanan umat dan urusan keagamaan harus maksimal,” tegasnya.








