TIDORE– Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mendorong masuknya investasi di sektor pariwisata, khususnya pengembangan penginapan glamor camping (glamping) berteknologi tinggi, sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membuka lapangan kerja.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, dalam rapat dengar pendapat bersama pimpinan dan anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan terkait rencana kerja sama investasi pembangunan Bobocabin, di ruang rapat DPRD, Rabu (15/4/2026).
Muhammad Sinen mengapresiasi PT Berkah Moloku Kie Raha bersama Bobocabin yang menunjukkan minat investasi di Tidore. Ia berharap kehadiran investasi tersebut dapat mendorong peningkatan pendapatan daerah serta memperkuat perekonomian masyarakat.
Menurut dia, pemerintah daerah perlu terus berinovasi dan berkolaborasi di tengah berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat.
“Kondisi saat ini menuntut pemerintah daerah keluar dari zona nyaman agar tetap mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap kerja sama investasi tersebut dapat berdampak langsung terhadap peningkatan PAD serta pertumbuhan ekonomi di Kota Tidore Kepulauan.
Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ade Kama, mengatakan DPRD dan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dalam setiap kebijakan strategis, termasuk investasi. Ia berharap proyek Bobocabin dapat membuka peluang kerja dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.
Ade mengingatkan agar pengalaman investasi sebelumnya yang belum berhasil menjadi pelajaran, sehingga kerja sama kali ini dapat berjalan sesuai harapan.
Hal senada disampaikan anggota DPRD, Mochtar Djumati. Ia menegaskan bahwa DPRD terbuka terhadap investor selama investasi yang dilakukan sehat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami menyambut baik investor, dengan catatan harus ada kejelasan kerja sama seperti MoU agar dapat meningkatkan PAD dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Sementara itu, Head of Business Relations PT Bobobox Asset Management, Dennis Depriadie, menilai Tidore memiliki potensi besar, terutama di sektor wisata bahari. Ia menyebut keindahan bawah laut dan banyaknya lokasi selam yang belum dikelola menjadi peluang investasi yang menjanjikan.
Menurut dia, pengembangan Bobocabin di Tidore bertujuan memperkenalkan potensi wisata daerah ke tingkat nasional. “Kami ingin mengekspos kekayaan alam dan budaya Tidore agar lebih dikenal luas,” ujarnya.
Dennis menambahkan, setelah memperoleh persetujuan dari pemerintah daerah dan DPRD, pihaknya akan memulai pembangunan tahap awal sebanyak 10 unit kabin dengan target penyelesaian sekitar enam bulan.
Ia berharap dukungan dari seluruh pihak agar proyek tersebut berjalan lancar dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, sekaligus mendorong kemajuan Kota Tidore Kepulauan.(*)







