Morotai—Kepala Desa Bere-Bere Kecil, Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai, bernama Remon, menjadi sorotan masyarakat setelah diduga memerintahkan penjualan mobil dinas desa ke besi tua dengan harga sangat murah, yakni Rp500 ribu.
Informasi ini disampaikan oleh seorang warga yang akrab disapa Opa, yang mengaku menerima langsung perintah tersebut dari kepala desa. Pernyataan Opa juga diperkuat dengan beredarnya sebuah video pendek di tengah masyarakat.
Dalam video tersebut, Opa menjelaskan bahwa mobil dinas itu sebelumnya dibawa dari Desa Sopi dan diparkir di dekat tempat kerjanya. Keberadaan mobil tersebut dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga ia meminta kepada kepala desa agar segera mengambil langkah untuk mengurusnya.
Namun, alih-alih dilakukan penanganan sesuai prosedur, Remon yang baru menjabat sebagai kepala desa justru disebut menyuruh agar mobil tersebut dijual saja sebagai besi tua.
“Mobil itu diparkir di dekat tempat kerja saya dan mengganggu, jadi saya minta ke kepala desa untuk segera diurus. Tapi beliau malah suruh jual saja,” ungkap Opa dalam video yang beredar.
Tindakan tersebut menuai kritik keras dari masyarakat setempat. Warga menilai langkah menjual mobil dinas desa tanpa prosedur yang jelas merupakan tindakan yang tidak tepat, mengingat kendaraan tersebut merupakan aset milik desa.
“Mobil dinas itu aset desa, bukan milik pribadi. Harusnya dijaga dan dirawat, bukan dijual sembarangan apalagi dengan harga yang tidak masuk akal,” ujar salah satu warga.
Masyarakat pun mendesak adanya klarifikasi dari pihak pemerintah desa serta meminta instansi terkait untuk melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap dugaan penjualan aset tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Desa Bere-Bere Kecil terkait polemik yang berkembang di tengah masyarakat.







