TIDORE-Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat langkah pengendalian harga menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Upaya tersebut dilakukan dengan mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi mingguan yang dirangkaikan dengan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dan penyelenggaraan produk halal.
Rapat dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI, Tomsi Tohir, dan diikuti secara virtual oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tidore Kepulauan, Taher Husain, bersama TPID setempat, Selasa (5/5/2026).
Dalam arahannya, Tomsi Tohir meminta seluruh pemerintah daerah mengambil langkah konkret dan terukur untuk mengantisipasi potensi gejolak harga, khususnya pada komoditas pangan strategis menjelang hari besar keagamaan.
“Pentingnya langkah konkret dan terukur dari seluruh pemerintah daerah untuk mengantisipasi gejolak harga, terutama pada komoditas pangan strategis,” ujarnya.
Usai mengikuti rakor, Taher Husain menyampaikan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kota Tidore Kepulauan pada pekan pertama Mei 2026 menunjukkan tren penurunan signifikan. Salah satu komoditas yang sebelumnya memicu inflasi, yakni cabai rawit, kini mulai terkendali.
“Harga cabai rawit yang sebelumnya di atas Rp90 ribu kini turun menjadi sekitar Rp50 ribu. Selain itu, harga telur dan daging ayam juga relatif stabil dengan stok yang masih mencukupi,” kata Taher.
Ia menambahkan, pemerintah daerah memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman menjelang Idul Adha. Pemantauan harga dan distribusi akan terus dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) di pasar guna menjaga stabilitas pasokan dari daerah sekitar.
“Komoditas yang menjadi fokus pengawasan antara lain cabai rawit, daging ayam, dan telur, terutama menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipatif melalui percepatan panen raya yang dijadwalkan dalam waktu dekat sebagai upaya menjaga kestabilan harga diwilayah tersebut.(*)







