SANANA – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara akhirnya angkat bicara terkait ambruknya jembatan di Desa Bega, Kecamatan Sulabesi Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula.
Jembatan tersebut diketahui menjadi akses utama yang menghubungkan empat kecamatan, yakni Sulabesi Tengah, Sulabesi Timur, Sulabesi Selatan, dan Sulabesi Barat. Akibat putusnya jembatan, aktivitas warga di wilayah tersebut sempat lumpuh total.
Koordinator Lapangan BPJN Maluku Utara Wilayah 2 sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5, Rian Sangadji, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sula untuk melakukan penanganan cepat.
“Kami berkolaborasi bersama BPBD dalam pembuatan jembatan darurat sebagai langkah alternatif agar akses masyarakat segera terbuka kembali. Jadi, penanganan sementara ini dilakukan oleh BPBD,” ujar Rian, Selasa (7/10/2025).
Rian menambahkan, BPJN Maluku Utara akan fokus pada penanganan jangka panjang dengan membangun kembali jembatan permanen.
“Kalau dari Balai, nanti kami ambil data awal dan survei kondisi jembatan untuk dilaporkan sebagai dasar pembangunan jembatan permanen. Jadi, Balai tangani jangka panjang, sementara BPBD fokus pada penanganan darurat,” jelasnya.
Dengan langkah cepat tersebut, diharapkan akses transportasi warga di empat kecamatan bisa segera pulih sambil menunggu pembangunan jembatan permanen oleh BPJN.






