SOFIFI – Rapat paripurna ke-32 dalam rangka penyampaian pandangan umum fraksi -fraksi terhadap rancangan peraturan daerah tentang RencanaPembangunan Jengka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029, yang berlangsung di kantor DPRD Malut, Senin (4/8/2025).
Is Suaib selaku juru bicara Fraksi PKS menilai rancangan RPJMD yang dibuat oleh eksekutif di bawah pimpinan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda miskin akan nilai spiritual. “Fraksi PKS menilai visi tersebut masi minim dalam mengintegrasikan spiritual dan nilai-nilai ketuhanan sebagai fondasi pembangunan kedepan,” ungkap Is saat mebacakan pandangan fraksi.
Menurutnya, masyarkat Maluku Utara yang relijius dan memiliki akar budaya yang kuat, pembangunan yang berkelanjutan haruslah berdaasarkan nilai-nilai ketuhanan dan spiritual yang kuat. “Pembangunan yang hanya berdarakan pada aspek materil dan mengabiakan nilai spiritual cenderung menghasilkan ketimpangan, dekradasi moral dan kerusakan lingkungan,” tegasnya.
Is menyebutkan visi yang ideal seharusnya dilandasi dengan nilai ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan utama dalam semua aspek pembangunan, hal ini bukan sekadar formalitaas akan tetapi sebagai paradigma yang memandu setiap aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan. karena ketika nilia ketuhanan dijadikan sebagai ruh pembangunan maka akan kebijakan selalu mempertimbangkan nilia moral dan etika yang tinggi.
” Minimnya penempatan nilai spiritual pada visi RPJMD ini berpotensi akan menghasilkan pembangunan pada nilai pragmatis dan materealistik, padahal pembanguan sejati adalah dapat menyeimbangan antara kemajuan materil dan kemajuan spiritual yang dapat membawa kesejahteran duniawi dan ukhrawi,” tegasnya.








