TIDORE – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman menghadiri sekaligus membuka secara resmi program “Discover the Natural Treasure: Tidore & Ternate” di Ruang Flores A, Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara manajemen Hotel Borobudur Jakarta, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), serta sejumlah pemerintah daerah dalam upaya mempromosikan potensi budaya, sejarah, dan kekayaan alam kawasan timur Indonesia ke tingkat internasional.
Dalam sambutannya, Ahmad Laiman menegaskan bahwa Tidore memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Ia menyebut, Kesultanan Tidore pernah memberikan kontribusi besar terhadap keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Nusantara tanpa Tidore bukanlah Nusantara yang utuh. Tidak akan ada lagu ‘Dari Sabang sampai Merauke’ jika Kesultanan Tidore tidak bergabung dengan NKRI. Keunikan Maluku Utara adalah permata bagi republik ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antardaerah yang memiliki latar belakang sejarah kesultanan, seperti Tidore, Ternate, Bacan, dan Jailolo, untuk bersama-sama berkembang di era modern.
Selain aspek sejarah, Ahmad Laiman turut memaparkan potensi Kota Tidore Kepulauan saat ini, di antaranya keanekaragaman hayati yang tengah diusulkan Kementerian Lingkungan Hidup sebagai kawasan konservasi hayati lengkap. Tidore juga dinilai konsisten menjaga keseimbangan ekosistem meski berada di tengah aktivitas industri pertambangan sebagai daerah penyangga.
Menurutnya, karakter unik Tidore tetap terjaga meskipun berstatus sebagai daerah perkotaan, dengan kearifan lokal pedesaan yang masih kuat.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan potensi-potensi daerah di Indonesia dapat terhubung dan saling melengkapi, sehingga memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang besar di masa depan,” kata dia.
Sementara itu, General Manager Hotel Borobudur Jakarta Anggie Ayuningtyas mengatakan program “Discover” bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah Tidore dan Ternate kepada masyarakat global.
“Kami ingin menjadi jembatan bagi dunia untuk mengenal lebih dalam tentang ‘Negeri Rempah’ melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak,” ujarnya.
Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga, Direktur Eksekutif APEKSI, perwakilan perbankan nasional dan internasional, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan beserta pimpinan OPD, serta tokoh masyarakat Tidore dan Maluku Utara yang berdomisili di Jakarta.(*)








