Maulid Nabi di Masjid Al-Muhajirin, Perkuat Syiar Islam dan Lestarikan Tradisi Baku Maulid

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga masyarakat melaksanakan tradisi Maulid di Masjid Al-Muhajirin Desa Galala Kota Tidore Kepulauan.

Warga masyarakat melaksanakan tradisi Maulid di Masjid Al-Muhajirin Desa Galala Kota Tidore Kepulauan.

SOFIFI – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Al-Muhajirin, Kompleks Pasar Galala-Sofifi, Rabu (26/8/2026), berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Selain menjadi momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW, kegiatan tersebut juga menjadi ruang memperkuat syiar Islam, mempererat silaturahmi, sekaligus melestarikan tradisi masyarakat di tanah rantau.

Salah satu tradisi yang masih dipertahankan dalam peringatan Maulid kali ini adalah baku maulid telur dan beras ketan. Tradisi tersebut menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, serta bentuk penghormatan masyarakat terhadap adat dan budaya yang diwariskan para pendahulu.

Ketua BKM Al-Muhajirin, Rusdi Arfah, dalam laporannya menegaskan bahwa memakmurkan masjid tidak sebatas membangun dan memperindah bangunannya, tetapi yang lebih penting adalah membangun dan membina umat.

“Masjid harus kita makmurkan bukan hanya bangunannya, tetapi juga manusianya. Kita bangun generasi dengan ilmu melalui kajian-kajian, membiasakan berbagi dan bersedekah, serta terus menjaga silaturahmi,” ujarnya.

Menurutnya, masjid harus menjadi pusat pembinaan umat melalui kegiatan keagamaan, kajian ilmu, gerakan berbagi dan sedekah, serta ruang untuk memperkuat hubungan antarsesama jamaah.

Ia juga berharap semangat Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui keteladanan terhadap akhlak Rasulullah SAW.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Oba Utara yang diwakili Ustadz Nurcholis, S.Pd., mengajak jamaah menjadikan masjid sebagai salah satu pusat pembinaan keluarga.

Baca Juga :  Resmikan 143 Proyek Revitalisasi Sekolah, Gubernur Sherly Siapkan SMA Terbuka di 16 Pulau dan 1.000 Beasiswa

Menurutnya, keluarga yang baik dapat dibangun dari lingkungan masjid dengan menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menerjemahkan kecintaan tersebut melalui keteladanan terhadap akhlak Nabi.

“Kalau kita ingin membangun keluarga yang baik, maka kita mulai dari masjid. Tanamkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan wujudkan kecintaan itu dengan meneladani beliau,” pesannya.

Jamaah juga diajak membiasakan membaca Al-Qur’an dan menjadikannya bagian dari kehidupan keluarga. Kedekatan dengan Al-Qur’an serta keteladanan Rasulullah SAW dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk keluarga dan generasi yang berakhlak.

Dalam hikmah Maulid, Ustadz Muhammad Irfan Hasanuddin, S.Fil.I., M.Fil.I., mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum memperkuat syiar agama sekaligus meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Ia menekankan bahwa Rasulullah Muhammad SAW merupakan teladan utama dalam kehidupan, terutama dalam hal adab dan akhlak. Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diungkapkan melalui ucapan, tetapi harus dibuktikan dengan mengikuti akhlak dan tuntunan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Ustadz Irfan juga mengajak jamaah lebih mengenal perjalanan hidup Rasulullah SAW, termasuk keluarga dan silsilah beliau. Menurutnya, semakin seseorang mengenal Rasulullah, semakin kuat pula rasa cinta dan penghormatannya kepada Nabi.

“Kalau kita ingin mencintai Rasulullah, maka kenali beliau. Pelajari sejarah, keluarga, perjuangan, dan akhlak beliau agar kecintaan itu tidak hanya menjadi ucapan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan,” pesannya.

Baca Juga :  Gubernur Sherly Tinjau Revitalisasi SMAN 5 Tidore, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

Ia menilai pengenalan terhadap sejarah dan keteladanan Rasulullah sangat penting bagi generasi muda agar mereka memiliki figur yang dapat dijadikan panutan dalam menjalani kehidupan.

Di akhir ceramahnya, Ustadz Muhammad Irfan memberikan pesan sederhana namun tegas kepada jamaah agar senantiasa menjaga shalat.

Ia mengingatkan agar kesibukan maupun hiburan tidak menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban kepada Allah SWT.

Dengan nada ringan, ia mencontohkan jangan sampai karena terlalu larut menyaksikan pertandingan sepak bola, seseorang kemudian meninggalkan atau melalaikan shalat.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa apa pun aktivitas dan hiburan yang dilakukan, shalat tetap harus ditempatkan sebagai prioritas utama seorang Muslim.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Muhajirin diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi titik awal untuk terus menghidupkan masjid sepanjang waktu melalui kajian ilmu, membaca Al-Qur’an, memperbanyak ibadah, bersedekah, berbagi kepada sesama, membangun keluarga yang baik, dan menjaga silaturahmi.

Di sisi lain, tradisi baku maulid telur dan beras ketan memberikan warna tersendiri dalam peringatan Maulid. Tradisi tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman dapat berjalan beriringan dengan upaya masyarakat merawat adat dan budaya di tanah rantau.

Dengan semangat cinta kepada Rasulullah SAW, masyarakat diharapkan semakin dekat dengan masjid, rajin beribadah, gemar menuntut ilmu, senang berbagi, serta mampu menghadirkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Berita Terkait

Lisa Istifadha Ishak Borong Dua Prestasi di Kejurda Pencak Silat, Harumkan Nama Ternate
Polda Malut Mutasi 502 Personel, Sejumlah Pejabat Strategis Berganti
Investasi Malut Tembus Rp40,2 Triliun, Wagub Soroti Kemiskinan dan Nasib Masyarakat Lokal
Polda Malut Perkuat Patroli dan Pencegahan Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Polda Malut Tangkap Tersangka Penipuan Umrah, Kerugian Jamaah Capai Rp2,5 Miliar
DPAC KKIG Sofifi Gelar Maulid Nabi, Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah dalam Membangun Persaudaraan
Teknik Expo Unibrah Digelar di Desa Garojou, Rektor Tantang Mahasiswa Rancang Solusi Banjir Sofifi
PKKMB Unibrah 2026 Resmi Dibuka, Rektor Tekankan Kejujuran sebagai Fondasi Kesuksesan
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:36 WIB

Lisa Istifadha Ishak Borong Dua Prestasi di Kejurda Pencak Silat, Harumkan Nama Ternate

Kamis, 3 September 2026 - 11:44 WIB

Polda Malut Mutasi 502 Personel, Sejumlah Pejabat Strategis Berganti

Selasa, 1 September 2026 - 21:21 WIB

Investasi Malut Tembus Rp40,2 Triliun, Wagub Soroti Kemiskinan dan Nasib Masyarakat Lokal

Selasa, 1 September 2026 - 20:29 WIB

Polda Malut Perkuat Patroli dan Pencegahan Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:07 WIB

Polda Malut Tangkap Tersangka Penipuan Umrah, Kerugian Jamaah Capai Rp2,5 Miliar

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:57 WIB

DPAC KKIG Sofifi Gelar Maulid Nabi, Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah dalam Membangun Persaudaraan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Teknik Expo Unibrah Digelar di Desa Garojou, Rektor Tantang Mahasiswa Rancang Solusi Banjir Sofifi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:33 WIB

PKKMB Unibrah 2026 Resmi Dibuka, Rektor Tekankan Kejujuran sebagai Fondasi Kesuksesan

Berita Terbaru