Pelaku UMKM Soligi dan Kawasi Mengembangkan Usaha di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Pulau Obi

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 
Ibu-ibu anggota kelompok Rumah Usaha Tangguh Ekonomi (RUTE) tengah memproses adonan kedelai untuk pembuatan tahu di Desa Soligi, Halmahera Selatan (Dokumentasi: Istimewa)

Ibu-ibu anggota kelompok Rumah Usaha Tangguh Ekonomi (RUTE) tengah memproses adonan kedelai untuk pembuatan tahu di Desa Soligi, Halmahera Selatan (Dokumentasi: Istimewa)

HALSEL – Perkembangan aktivitas ekonomi di Pulau Obi turut membuka kebutuhan dan peluang pasar baru bagi pelaku usaha lokal. Di Desa Soligi dan Desa Kawasi, peluang tersebut dimanfaatkan melalui usaha pengolahan pangan dan perdagangan kebutuhan sehari-hari.

Salah satunya dijalankan Rumah Usaha Tangguh Ekonomi (RUTE) di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan. Kelompok usaha yang dibentuk pada 2021 ini mengembangkan produksi tahu dan tempe untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di sekitar kawasan industri.

Koordinator RUTE sekaligus warga asli Desa Soligi, Rusman Baharudin, menceritakan usaha ini diawali dari keraguan akibat minimnya pengalaman warga dalam mengolah kedelai. Namun melalui pendampingan dari tim CSR Harita Nickel, warga yang tadinya selalu gagal membuat tahu dan tempe kini berhasil menguasai teknik produksi yang berkualitas.

“Produk kami tidak serta-merta diterima, selalu ada uji kualitas yangketat sebelum masuk ke dapur perusahaan. Alhamdulillah, berkat pendampingan, kualitas produk kami kini sangat baik dan selalu memenuhi Purchase Order (PO) perusahaan,” jelas Rusman, yang juga seorang guru PPPK.

RUTE saat ini berproduksi 8 hingga 9 kali dalam sebulan dengan volume 300 hingga 1.000 potong tahu per sekali produksi. Menariknya, kelompok tersebut melibatkan ibu-ibu yang menjadi kepala keluarga sebagai bagian dari tenaga produksinya.

Komitmen Rusman terhadap program ini ditunjukkan secara nyata dengan menghibahkan lahan warisan orang tuanya yang berlokasi jauh dari permukiman untuk dibangun Rumah RUTE, guna mengatasi kendala aroma proses pengolahan kedelai.

Baca Juga :  Wagub Malut Dorong Literasi Keuangan Diperkuat untuk Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

“Saya hibahkan lahan warisan orang tua agar memberi manfaat ekonomi dan tempat mencari nafkah bagi masyarakat. Harapan saya ini menjadi amal jariyah untuk almarhum orang tua,” tuturnya.

Rusman berharap dengan keterampilan dan keahlian yang telah dimiliki oleh kelompok RUTE mampu memberi manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan keterampilannya saat ini, kelompok RUTE tidak hanya mampu menjaga konsistensi kualitas produk olahan kedelai untuk memenuhi kebutuhan pasokan ke perusahaan, tetapi juga siap memperluas jangkauan pasar ke masyarakat umum.

Geliat ekonomi dari hadirnya kawasan industri juga dirasakan oleh Jani, wanita asal Baubau yang sudah bermukim lama di Desa Kawasi. Mengawali usahanya sebagai penjual tomat keliling dari indekos ke indekos di permukiman lama Kawasi, Jani kini sukses mengelola toko sembako di Area Komersial Permukiman Baru Desa Kawasi.

“Awalnya saya datang dari Baubau hanya coba-coba membawa tomat dan jualan keliling. Sempat juga berencana jualan gorengan, sebelum akhirnya beralih ke sembako,” kenang Jani.

Perubahan besar terjadi pada Agustus 2023. Melihat geliat ekonomi yang berkembang, ia memberanikan diri menyewa ruko di Area Komersial Permukiman Baru Desa Kawasi seharga Rp 20 juta per tahun. Keputusan tersebut membuahkan hasil manis, pasokan sembako dari Bacan, Ternate, hingga Ambon selalu ludes diserap pasar. Bahkan komoditas minyak goreng di tokonya mampu terjual hingga ratusan kardus hanya dalam satu hingga dua minggu.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Ahmad Laiman Wakili Tidore pada Rakor Ketahanan Pangan Malut

“Di DesaKawasi ini peluang ekonomi sangat terbuka bagi siapapun yang ingin berusaha. Pendapatan bisa mencapai puluhan juta rupiah dalam sehari, bahkan hingga ratusan juta per bulan. Menariknya di sini, pembeli dari warga maupun pihak perusahaan selalu membayar tunai (cash),” ungkapnya bersyukur.

Kesuksesan ini tak hanya membuat Jani mampu membeli tanah untuk investasi masa depan anak-anaknya, tetapi juga membuka lapangan kerja. Saat ini, ia mempekerjakan 8 orang karyawan dengan upah harian Rp100 ribu hingga Rp150 ribu (setara Rp3 juta – Rp4,5 juta per bulan) beserta jaminan konsumsi harian.

Bagi RUTE di Soligi dan Jani di Kawasi, perubahan aktivitas ekonomi di Pulau Obi menjadi ruang untuk mengembangkan usaha sesuai kebutuhan pasar yang mereka temui. Perkembangan tersebut juga menunjukkan bahwa peluang ekonomi di sekitar kawasan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha lokal melalui peningkatan kapasitas, penyesuaian usaha, dan akses terhadap pasar.

Berita Terkait

Wagub Malut Dorong Literasi Keuangan Diperkuat untuk Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
Mahasiswa KKN UGM, Harita Nickel dan Warga Bahu-Membahu Jaga Pesisir Desa Soligi
Pemprov Maluku Utara Percepat Pembangunan Gudang BULOG untuk Kendalikan Inflasi dan Stabilkan Harga Pangan
Wagub Malut Tegaskan Subsidi BBM dan Bantuan Perikanan 2026 Hanya untuk Nelayan Aktif
Pemprov Malut dan BI Matangkan Persiapan HUT Ke-81 RI, Pekan QRIS Nasional Diluncurkan di Sofifi
Pemprov Malut Matangkan Persiapan Sambut Kunjungan Wamen Koperasi RI di Ternate
BNI Perkuat Keamanan Digital, Wondr Otomatis Kunci Aplikasi Saat Ada Telepon Masuk
Hingga April 2026 Disnaker Tidore Mencatat 566 Orang Pencari Kerja , Didominasi Pelamar Perusahaan Tambang
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Pelaku UMKM Soligi dan Kawasi Mengembangkan Usaha di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Pulau Obi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:45 WIB

Wagub Malut Dorong Literasi Keuangan Diperkuat untuk Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Mahasiswa KKN UGM, Harita Nickel dan Warga Bahu-Membahu Jaga Pesisir Desa Soligi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Pemprov Maluku Utara Percepat Pembangunan Gudang BULOG untuk Kendalikan Inflasi dan Stabilkan Harga Pangan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Wagub Malut Tegaskan Subsidi BBM dan Bantuan Perikanan 2026 Hanya untuk Nelayan Aktif

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Pemprov Malut dan BI Matangkan Persiapan HUT Ke-81 RI, Pekan QRIS Nasional Diluncurkan di Sofifi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:14 WIB

Pemprov Malut Matangkan Persiapan Sambut Kunjungan Wamen Koperasi RI di Ternate

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:35 WIB

BNI Perkuat Keamanan Digital, Wondr Otomatis Kunci Aplikasi Saat Ada Telepon Masuk

Berita Terbaru