TERNATE — Komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam memajukan seni dan budaya daerah kembali ditunjukkan oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. Kamis (6/8), Sherly meninjau langsung persiapan sekaligus menyaksikan penampilan Sanggar Bengkel Seni Baskara (Bastiong Karance), Ternate, yang akan mewakili Maluku Utara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan para seniman yang akan membawa kekayaan budaya Maluku Utara ke panggung nasional. Dalam kesempatan itu, Gubernur memberikan dukungan dan motivasi kepada seluruh anggota sanggar agar dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah.
Kontingen Sanggar Bengkel Seni Baskara yang akan tampil di Istana Negara berjumlah sekitar 18 orang. Rombongan terdiri atas enam pemusik perempuan dari Kelurahan Bastiong Karance, Kota Ternate, lima pemusik laki-laki dari Desa Pediwang, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, serta para penari, seorang pelatih, dan official.
Mereka akan membawakan aransemen musik bertajuk Yanger, yang memadukan sejumlah lagu tradisional dari berbagai daerah di Maluku Utara sebagai simbol keberagaman budaya Moloku Kie Raha. Beberapa lagu yang akan ditampilkan antara lain Tata Haniwa, Nun Incana, Bela Yaite, Kiya Mangofa, hingga Siben Popo, yang berasal dari Ternate, Morotai, Tobelo, Galela, dan Kepulauan Sula.
Koreografer sekaligus kurator seni pertunjukan nasional, Eko Supriyanto, menjelaskan bahwa Sanggar Bengkel Seni Baskara dipilih karena memiliki dedikasi, disiplin, dan profesionalisme yang tinggi dalam berkarya.
“Dipilihnya Sanggar Baskara karena dedikasi, keseriusan, dan profesionalitasnya yang tinggi. Ini murni pengabdian untuk negara,” ujarnya.
Eko juga memberikan apresiasi terhadap perhatian Gubernur Sherly dalam menjadikan seni dan budaya sebagai instrumen memperkenalkan Maluku Utara di tingkat nasional.
“Sudah terlihat betul bahwa Ibu Gubernur Sherly dari dulu concern dan memiliki dedikasi tinggi. Beliau menyadari kekuatan kita adalah budaya dan kesenian. Diplomasi kenegaraan itu salah satunya dari budaya,” katanya.
Kesempatan tampil di Istana Negara disambut penuh haru oleh para seniman. Salah satunya, Masrina Yusuf (52), personel Sanggar Bengkel Seni Baskara, yang mengaku bangga dapat menjadi bagian dari kontingen Maluku Utara pada peringatan HUT Kemerdekaan RI.
“Buat Ibu Gubernur, terima kasih sudah membawa mama-mama Maluku Utara tampil di Istana. Mudah-mudahan bukan cuma kali ini saja, tapi seterusnya bisa membanggakan nama Maluku Utara,” ungkap Masrina.
Ia juga mengajak generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan musik tradisional, khususnya Yanger dan berbagai kesenian daerah lainnya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara, Tahmid Wahab, menyebut keikutsertaan Sanggar Bengkel Seni Baskara merupakan sebuah kehormatan bagi masyarakat Maluku Utara. Menurutnya, seluruh persiapan dilakukan secara matang melalui kolaborasi antara seniman lokal, tim kurator nasional, serta Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
“Seluruh pihak bersama tim yang dikoordinasi Mas Eko terlibat aktif. Semoga di hari-H nanti para seniman kita bisa tampil maksimal,” ujarnya.
Tahmid menambahkan, rombongan dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada 13 Agustus 2026 untuk mengikuti rangkaian gladi bersih bersama Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan Kementerian Sekretariat Negara sebelum tampil pada puncak peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui penampilan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap kekayaan seni dan budaya Moloku Kie Raha dapat dikenal lebih luas di tingkat nasional. Kolaborasi antara seniman lokal, kurator nasional, dan dukungan penuh pemerintah daerah diharapkan mampu menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya memukau para tamu negara di Istana Negara, tetapi juga memperkuat identitas budaya Maluku Utara sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia.






