TERNATE – Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (PD IPI) Provinsi Maluku Utara mematangkan persiapan pelantikan pengurus periode 2026–2029 yang dijadwalkan berlangsung di Ternate pada 28 Agustus 2026.
Pelantikan tersebut dijadwalkan dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia (PP IPI), Dr. Joko Santoso, M.Hum., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Kegiatan pelantikan mengusung tema “Transformasi Pustakawan dalam Mendukung Ekosistem Riset & Knowledge Management di Era Digital.” Tema ini menjadi pijakan bagi kepengurusan baru dalam mendorong peningkatan peran pustakawan di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan pengelolaan pengetahuan yang semakin dinamis.
Persiapan pelantikan terus dimatangkan melalui rapat finalisasi panitia yang dipusatkan di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Ternate, Maluku Utara. Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua Panitia Pelaksana, Cokro Malik Sitanggang, S.Ag., M.Ag., didampingi Wakil Ketua, Sekretaris Panitia, serta jajaran pengurus IPI Maluku Utara.
Rapat turut dihadiri Ketua Terpilih PD IPI Maluku Utara, Isji Hardi, A.Md., S.Sos., M.Si.
Dalam arahannya, Cokro menegaskan pentingnya kesiapan seluruh divisi operasional untuk memastikan rangkaian pelantikan berjalan tertib dan profesional.
“Kami fokus memantapkan seluruh ranah strategis, mulai dari alur protokoler pengukuhan, kesiapan sarana audio-visual dan panggung, koordinasi alur dokumentasi media, hingga perapian berkas kesekretariatan serta konfirmasi kehadiran para pejabat daerah dan tamu VVIP pusat,” ujar Cokro Malik Sitanggang.
Sementara itu, Ketua Terpilih PD IPI Maluku Utara, Isji Hardi, menyampaikan bahwa tema pelantikan periode 2026–2029 memiliki nilai strategis dalam memperkuat peran pustakawan, khususnya dalam peningkatan literasi, tata kelola pengetahuan, dan pengembangan ekosistem riset di kawasan Indonesia Timur.
“Pelantikan ini bukan sekadar prosesi seremonial pergantian kepengurusan, melainkan momentum krusial untuk memperkuat komitmen pustakawan dalam mengawal transformasi digital perpustakaan dan pengelolaan pengetahuan berbasis riset,” tegas Isji.
Ia juga mengajak seluruh panitia untuk menjaga soliditas dan profesionalisme dalam mempersiapkan agenda tersebut.
“Saya mengimbau seluruh panitia untuk menjaga soliditas dan profesionalisme kerja. Kita siap menyambut era baru tata kelola literasi yang lebih inklusif dan berdampak di Maluku Utara,” lanjutnya.
Pelantikan PD IPI Maluku Utara periode 2026–2029 diharapkan menjadi pijakan awal untuk memperkuat sinergi antara Pengurus Pusat IPI, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang literasi.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong penguatan ekosistem literasi dan riset sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul yang berbasis pengetahuan di Maluku Utara dan kawasan Indonesia Timur.






