BPBD Malut Gelar Rakor Penanggulangan Bencana 2025 di Tidore

- Jurnalis

Jumat, 25 Juli 2025 - 03:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman saat memghadiri kegiatan Rakor Penanggulangan Bencana 2025 oleh BPBD di Tidore.

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman saat memghadiri kegiatan Rakor Penanggulangan Bencana 2025 oleh BPBD di Tidore.

TIDORE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakor) Penanggulangan Bencana se-Maluku Utara Tahun 2025, yang dipusatkan di Aula Sultan Nuku, Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan, Kamis (24/7/2025).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi, sinergi, dan keterpaduan antar pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, serta menyelaraskan program kerja dan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kebencanaan di tingkat kabupaten/kota.

Rakor dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, yang ditandai dengan pemukulan tifa sebagai simbol dimulainya kegiatan.

Dalam sambutannya, Ahmad Laiman menyampaikan apresiasi atas ditunjuknya Tidore sebagai tuan rumah Rakor tingkat Provinsi ini. Ia menyebut kepercayaan tersebut sebagai bentuk penghargaan sekaligus tanggung jawab moral.

“Penanggulangan bencana bukan soal siapa dan kapan, karena bencana tidak bisa diprediksi. Tetapi setiap langkah antisipatif yang terstruktur dan terencana dengan baik akan sangat menentukan dalam mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan,” ujar Ahmad.

Baca Juga :  Disdik Kepulauan Sula Sukses Semarakkan Hardiknas 2025, Kadis Apresiasi Semua Pihak

Ia juga menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan bagian dari tugas kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Skema penanggulangan bencana harus menjadi kerja terpadu. Kolaborasi aktif semua pihak mutlak diperlukan, agar perlindungan masyarakat dapat diwujudkan secara nyata,” tambahnya.

Ahmad berharap koordinasi yang solid antar-instansi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Maluku Utara, khususnya dalam menghadapi potensi bencana yang kian kompleks.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara, Fehbi Alting, menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan urusan wajib pelayanan dasar, yang pelaksanaannya diatur melalui SPM.

Baca Juga :  Pemdes Baleha Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih, Diharapkan Jadi Garda Terdepan Kesejahteraan Warga

“Konsekuensinya, setiap pemerintah daerah wajib memiliki kelembagaan penanggulangan bencana dan menyediakan anggaran yang memadai untuk memenuhi SPM tersebut,” ujar Fehbi.

Ia juga mengungkapkan bahwa bencana hidrometeorologi basah seperti hujan ekstrem telah memaksa Pemprov Malut menetapkan status tanggap darurat di tujuh daerah: Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, dan Kepulauan Sula.

“Kita berharap Rakor ini menghasilkan pemahaman baru yang dapat memperkuat kapasitas aparat daerah dalam pengurangan risiko bencana, dari tahap kesiapsiagaan hingga penanganan tanggap darurat,” pungkasnya.

Dengan ancaman bencana yang semakin dinamis, kolaborasi lintas sektor dan penguatan kelembagaan menjadi kunci utama untuk mewujudkan Maluku Utara yang tangguh menghadapi bencana.

Berita Terkait

28 Pendaftar, 17 Lolos Administrasi: Seleksi KIP Malut Masuk Tahap Penilaian Potensi
Sempat Ditunda karena Pergantian Timsel, Rekrutmen Calon Anggota Komisi Informasi Malut 2025–2029 Kini Dibuka Kembali
Kabid Bina Marga PUPR Malut: Infrastruktur Jalan Penopang Daya Saing Daerah
Pemprov Segera Buka Seleksi KIP Malut, Berikut Jadwal dan Tahapannya
Wali Kota Muhammad Sinen Tegaskan Disiplin Harga Mati bagi ASN dan PPPK Tidore
PUPR Malut Tindak Lanjuti Pertemuan Gubernur dengan Kepala LKPP, Bahas Kontrak Payung dan Katalog Versi 6
Wawali Tidore Apresiasi Pelatihan Integritas dan Antikorupsi Dasar
Pemkot Tidore Apresiasi Desa Tadipi jadi Kampung Pramuka
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 November 2025 - 07:50 WIB

28 Pendaftar, 17 Lolos Administrasi: Seleksi KIP Malut Masuk Tahap Penilaian Potensi

Senin, 3 November 2025 - 07:09 WIB

Sempat Ditunda karena Pergantian Timsel, Rekrutmen Calon Anggota Komisi Informasi Malut 2025–2029 Kini Dibuka Kembali

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:12 WIB

Kabid Bina Marga PUPR Malut: Infrastruktur Jalan Penopang Daya Saing Daerah

Jumat, 10 Oktober 2025 - 03:41 WIB

Pemprov Segera Buka Seleksi KIP Malut, Berikut Jadwal dan Tahapannya

Senin, 6 Oktober 2025 - 17:27 WIB

Wali Kota Muhammad Sinen Tegaskan Disiplin Harga Mati bagi ASN dan PPPK Tidore

Rabu, 1 Oktober 2025 - 07:21 WIB

PUPR Malut Tindak Lanjuti Pertemuan Gubernur dengan Kepala LKPP, Bahas Kontrak Payung dan Katalog Versi 6

Senin, 29 September 2025 - 18:09 WIB

Wawali Tidore Apresiasi Pelatihan Integritas dan Antikorupsi Dasar

Minggu, 21 September 2025 - 09:02 WIB

Pemkot Tidore Apresiasi Desa Tadipi jadi Kampung Pramuka

Berita Terbaru