MARASAI.iD – Hingga memasuki triwulan II tahun 2024, hanya 32 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memasukan Rencana Umum Pengadaan (RUP) dari 46 OPD di lingkup Permerintah Daerah Provinsi Maluku Utara.
Keterlambatan ini membuat Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Pemprov Malut, Abdul Farid Hasan meminta agar 14 OPD yang tersisa agar secepatnya melakukan penginputan RUP tahun anggaran 2024.
Farid menjelaskan, keterlambatan penginputan RUP disebabkan karena adanya dinamika di internal Pemprov Malut beberapa waktu lalu yang sempat memperlambat proses cetak Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
“Sebenernya kendalanya karena keterlambatan DPA kemarin, dan pengguna anggaran belum ditetapkan PPK,” ujar Farid saat ditemui di Kantor Gubernur Malut di Sofifi, Selasa (7/5/2024).
Ia menambahkan, penginputan RUP saat ini menggunakan sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), sehingga tidak dapat diinput secara manual. Diharapkan setelah penginputan RUP, selanjutnya pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) setiap OPD secepatnya mempersiapkan dokumen pengadaan barang.
“Kami berharap agar OPD yang belum melakukan penginputan RUP untuk secepatnya. Sebab, di bulan Mei sudah harus dilakukan proses tender, karena DPA sudah cetak,” ungkapnya.
Farid bilang, pihaknya sudah menggelar pertemuan dengan berbagai OPD dilingkup Pemprov Malut, tujuannya apalagi untuk mempercepat penginputan RUP.
“Kami sudah sepakati bersama OPD untuk mempercepat terutama dinas pengelola DAK,” katanya.






