MARASAI.iD – Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara, Sofyan Kamarullah, mengungkapkan tantangan besar dalam penyelesaian proyek-proyek infrastruktur di provinsi tersebut, terutama terkait waktu pelaksanaan yang semakin terbatas.
Menurut Sofyan, proyek-proyek kecil dengan nilai sekitar Rp 2 miliar masih memungkinkan untuk diselesaikan dalam waktu tiga hingga empat bulan. Namun, proyek yang membutuhkan waktu lebih dari enam bulan dianggap sulit untuk direalisasikan, mengingat proses lelang dan pelaksanaan memakan waktu cukup lama.
“Kalau proyek ini sudah tidak bisa jalan, itu kita bisa ukur. Kalau misalnya ada proyek yang sekitar Rp 2 miliar yang bisa dikerjakan dari tiga bulan sampai empat bulan, itu mungkin bisa. Tapi kalau durasinya sampai enam bulan, sudah tidak mungkin, karena ini waktu yang begitu singkat,” ujar Sofyan di Sofifi, Selasa (9/7/2024).
Sofyan memastikan bahwa sebagian proyek prioritas yang didanai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) akan tetap dilaksanakan. Salah satu proyek multi years yang dinilai krusial adalah pembangunan di Kayoa senilai Rp 15 miliar, yang berada di bawah Bidang Bina Marga.
“Proyek multi years dan beberapa proyek prioritas tetap berjalan. Salah satu proyek di Kayoa, misalnya, dengan nilai Rp 15 miliar, kami anggap sangat penting untuk mendukung pembangunan wilayah tersebut,” tambahnya.
Sofyan juga menyoroti bahwa proses lelang proyek membutuhkan waktu hingga satu bulan, yang mempersempit waktu pelaksanaan di lapangan. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat banyaknya proyek yang harus diselesaikan dalam jangka waktu singkat.
“Kami berharap semua pihak dapat memahami tantangan ini dan mendukung pelaksanaan proyek-proyek sesuai dengan kondisi yang ada,” kata Sofyan.
Meski menghadapi berbagai kendala, Dinas PUPR Maluku Utara berkomitmen menyelesaikan proyek-proyek yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Sofyan berharap kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak dapat membantu mengatasi hambatan dan memastikan keberhasilan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
“Kolaborasi dari semua pihak sangat penting untuk mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan,” tutupnya.






