Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub Malut Sarbin Sehe didampingi Sekda Malut. Samsuddin A Kadir dan Kadis Kominfosan, Iksan R.A Arsyad saat meninjau lokasi banjir di Halmahera Utara, nampak tim dari PUPR diarahkan untuk segera melakukan penanganan.

Wagub Malut Sarbin Sehe didampingi Sekda Malut. Samsuddin A Kadir dan Kadis Kominfosan, Iksan R.A Arsyad saat meninjau lokasi banjir di Halmahera Utara, nampak tim dari PUPR diarahkan untuk segera melakukan penanganan.

TOBELO — Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, didampingi Bupati Halmahera Utara serta Sekretaris Provinsi Maluku Utara, meninjau langsung sejumlah desa yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten Halmahera Utara.

Kunjungan kerja yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (16–17 Januari 2026), ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Daerah Halmahera Utara dalam mempercepat penanganan pascabanjir dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat tertangani dengan baik.

Pada hari pertama, Jumat (16/1/2026), Wakil Gubernur meninjau bantaran Sungai di Desa Somaetek dan Desa Parseba yang mengalami pelebaran akibat banjir besar pada 7 Januari 2026 lalu. Dalam peninjauan tersebut, Wagub berdiskusi dengan sejumlah pihak terkait, di antaranya Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Pemprov Malut, Dinas PUPR, BPBD Provinsi Maluku Utara, TNI/Polri, Dinas Kesehatan, serta OPD terkait baik di tingkat provinsi maupun Pemda Halmahera Utara.

Baca Juga :  Diskomdig Sula Klaim Pemberitaan Soal Dugaan Tilep Anggaran Media Keliru

Selain meninjau kondisi lapangan, Wagub juga mendengarkan langsung keluhan warga terdampak. Masyarakat mengeluhkan keterbatasan ketersediaan air bersih serta meminta pemerintah agar lebih memperhatikan dampak aktivitas perusahaan yang beroperasi di sekitar daerah aliran sungai. Warga juga berharap adanya pembangunan talud di sepanjang aliran sungai guna mencegah banjir susulan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan akan memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat. Ia memastikan rumah warga yang rusak akan dibangun kembali, serta kebutuhan pangan bagi korban banjir terus diperhatikan.

Dalam kesempatan itu, Wagub turut mengapresiasi peran masyarakat, tokoh adat, kepala desa, camat, serta seluruh unsur yang telah bekerja sama dengan baik sehingga penanganan pascabanjir dapat berjalan relatif lancar.

Wagub juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah sembarangan di sungai.

“Mari bapak ibu kita jaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, agar sungai tetap bersih. Semua ini kita lakukan demi masa depan kita bersama,” imbaunya.

Baca Juga :  Rumah Kadus II Desa Fatce Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa

Pada kunjungan tersebut, Wagub menyerahkan bantuan secara simbolis berupa perlengkapan kesehatan bayi dan dewasa, antara lain sabun mandi, kapas, handuk, pakaian, sikat gigi, pasta gigi, selimut bayi, popok, pembalut, dan kebutuhan lainnya.

Usai melaksanakan salat Jumat di Tobelo, Wagub bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke Jembatan Kaliaru yang menghubungkan Desa Bobisingo dan Desa Dodowo, Kecamatan Galela Utara, yang terputus akibat banjir. Pemerintah melalui instansi terkait saat ini tengah mengupayakan pembangunan jalan alternatif agar dapat diakses warga, termasuk untuk kelancaran distribusi bantuan.

Pada hari kedua kunjungan kerja, Sabtu (17/1/2026), Wagub dijadwalkan menghadiri peringatan Isra Mi’raj di Desa Luari, kemudian melanjutkan kunjungan ke Kecamatan Loloda untuk meninjau kondisi sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir.

Berita Terkait

Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia
GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi
Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu
Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan
Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:53 WIB

Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:51 WIB

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:07 WIB

GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:08 WIB

Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu

Rabu, 22 April 2026 - 15:50 WIB

Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan

Senin, 19 Januari 2026 - 06:54 WIB

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Berita Terbaru