Rakorda Perempuan dan Anak 2025: Malut Raih Capaian Tertinggi Nasional, Tantangan Kekerasan Masih Jadi PR

- Jurnalis

Rabu, 7 Mei 2025 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MARASAI.iD– Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2025. Rakorda yang berlangsung selama tiga hari, 6–8 Mei, di Royal Mix Residence Homestay, Sofifi, mengusung tema “Pengintegrasian Program Perempuan dan Anak Menuju Maluku Utara Bangkit dan Mandiri.”

Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 10 kabupaten/kota, OPD terkait, dan Forum Anak Provinsi Malut. Rakorda resmi dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Hairiah.

Dalam sambutannya, Hairiah menyampaikan bahwa keseriusan Pemprov Malut dalam isu perempuan dan anak terbukti dari capaian positif beberapa indikator. Berdasarkan data BPS, Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Malut meningkat dari 77,28 persen pada 2020 menjadi 80,01 persen pada 2024—tertinggi secara nasional.

“Ini menunjukkan semakin aktifnya peran perempuan dalam ekonomi, politik, dan pengambilan keputusan,” ujar Hairiah.

Tak hanya itu, angka perkawinan anak juga menurun drastis dari 13,09 persen pada 2021 menjadi 6,88 persen di 2024. Penurunan ini dinilai sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari aparat hukum, organisasi profesi seperti IBI dan IDI, hingga OPD lintas sektor dan LSM yang aktif mengedukasi sejak jenjang SD hingga SMA.

Baca Juga :  Serius Dorong Nakes Berkarir di Luar Negeri, Disnakertrans Malut Finaslisasi Kerjasama dengan Poltekkes Ternate

Turut dicatat, angka perceraian di Malut juga turun, dari 1.488 kasus pada 2022 menjadi 1.260 kasus pada 2024. Menurut Hairiah, ini mencerminkan hasil dari penguatan institusi keluarga dan perlindungan terhadap hak perempuan dan anak.

Namun, tantangan tetap ada. Hairiah mengingatkan soal meningkatnya laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk di ruang digital.

“Korban kini mulai berani bicara. Tapi kita tidak boleh lengah. Dampaknya terhadap kesehatan mental dan masa depan anak sangat serius,” ujarnya, sambil menekankan perlunya kewaspadaan terhadap kekerasan digital dan bullying yang marak di sekolah dan ruang publik.

Sebagai bagian dari inovasi, DP3A Malut meluncurkan layanan pengaduan dan konsultasi #TORANGADA pada 21 April 2025, bertepatan dengan Hari Kartini. Platform ini diharapkan menjadi kanal penguatan perlindungan perempuan dan anak di seluruh Maluku Utara.

Baca Juga :  Gubernur Malut Serahkan SK Pengangkatan 1.394 PPPK Tahap I Formasi 2024

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PPPA Malut, Dessy Masyitah Turuy, menyebut kegiatan ini sejalan dengan ASTA CITA Presiden dalam RPJMN, khususnya soal kesetaraan gender dan perlindungan anak serta disabilitas.

“Rakorda ini juga bagian dari 9 program unggulan Gubernur, khususnya pilar pemberdayaan perempuan, pemuda, industri kreatif, dan UMKM berbasis budaya,” jelasnya.

Tujuan utama Rakorda 2025 adalah memperkuat koordinasi lintas pemerintah serta menyatukan komitmen dalam mempercepat pencapaian tujuan pembangunan perempuan dan anak.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian PPPA RI, Bappeda, DPMD, dan BPS Provinsi Malut. Hadir pula Asdep Pelayanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus KemenPPPA RI, Ciput Eka Purwanti, yang memberikan paparan kebijakan dan strategi nasional untuk penanganan anak rentan.

Berita Terkait

Fakultas Teknik Unibrah Tidore Gelar Workshop Kurikulum OBE, Siapkan Lulusan Teknik Berdaya Saing Global
Resmi Kantongi Izin Operasional, SMA Alkhairat Lemo-Lemo Siap Majukan Pendidikan di Gane Barat
Generasi Obi Tumbuh Berdaya Bersama Industri: Kisah Angki, Yokber, dan Sifa di Harita Nickel
Kapolri Tunjuk Brigjen Arif Budiman Jadi Kapolda Malut, Pernah Bertugas di Maluku Utara
Forum Kepala Bappeda Malut 2026 Dibuka, Sri Haryanti Tekankan Pembangunan Inklusif dan Hilirisasi Berdampak bagi Masyarakat
Hadiri Dialog Publik Kolaborasi FKP Malut– Unibrah, Pemprov Tegaskan Urgensi Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah
Bukan Penyerobotan Lahan, Ini Kesepakatan: Suara Warga Kawasi dan Soligi
Balai Bahasa Maluku Utara dan Fakultas Pendidikan Unibrah Teken PKS, Perkuat Literasi dan Pelestarian Bahasa
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:17 WIB

Fakultas Teknik Unibrah Tidore Gelar Workshop Kurikulum OBE, Siapkan Lulusan Teknik Berdaya Saing Global

Senin, 18 Mei 2026 - 21:25 WIB

Resmi Kantongi Izin Operasional, SMA Alkhairat Lemo-Lemo Siap Majukan Pendidikan di Gane Barat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:28 WIB

Generasi Obi Tumbuh Berdaya Bersama Industri: Kisah Angki, Yokber, dan Sifa di Harita Nickel

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:27 WIB

Kapolri Tunjuk Brigjen Arif Budiman Jadi Kapolda Malut, Pernah Bertugas di Maluku Utara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:55 WIB

Forum Kepala Bappeda Malut 2026 Dibuka, Sri Haryanti Tekankan Pembangunan Inklusif dan Hilirisasi Berdampak bagi Masyarakat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:21 WIB

Hadiri Dialog Publik Kolaborasi FKP Malut– Unibrah, Pemprov Tegaskan Urgensi Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah

Selasa, 28 April 2026 - 09:24 WIB

Bukan Penyerobotan Lahan, Ini Kesepakatan: Suara Warga Kawasi dan Soligi

Rabu, 15 April 2026 - 17:42 WIB

Balai Bahasa Maluku Utara dan Fakultas Pendidikan Unibrah Teken PKS, Perkuat Literasi dan Pelestarian Bahasa

Berita Terbaru