TERNATE — Pembangunan Masjid Nurul Fasyah di Kelurahan Takome, Kecamatan Pulau Ternate, resmi dimulai dengan prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung pada Jumat (7/8). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat dalam mewujudkan rumah ibadah yang representatif sekaligus pusat pembinaan umat.
Acara dihadiri Staf Ahli Gubernur Maluku Utara Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, H. Fachrudin Tukuboya, yang mewakili Gubernur Maluku Utara, bersama Sultan Ternate beserta jajaran Kesultanan Ternate, unsur Forkopimda Kota Ternate, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Maluku Utara Asrul Gailea, pengurus Masjid Nurul Fasyah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan warga Kelurahan Takome.
Dalam sambutannya, Fachrudin Tukuboya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Takome yang dinilainya telah menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun rumah Allah. Menurutnya, pembangunan Masjid Nurul Fasyah merupakan bukti nyata kepedulian masyarakat dalam memakmurkan masjid sekaligus memperkuat syiar Islam di Kota Ternate.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen mendukung pembangunan sarana ibadah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kehidupan keagamaan masyarakat.
“Pemerintah Provinsi akan berupaya mengakomodasi pembangunan Masjid Nurul Fasyah dalam program bantuan hibah APBD sehingga proses pembangunan dapat berjalan sesuai dengan target dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Fachrudin berharap Masjid Nurul Fasyah nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, pembinaan generasi muda, serta pemberdayaan masyarakat.
“Mari kita jadikan masjid ini sebagai simbol persatuan, toleransi, dan pusat peradaban umat Islam di Maluku Utara,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Sultan Ternate memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Takome yang telah bersatu mewujudkan pembangunan masjid melalui semangat kebersamaan. Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan nilai-nilai adat Kesultanan Ternate yang menjunjung tinggi persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Sultan berharap keberadaan Masjid Nurul Fasyah kelak mampu menjadi pusat pembinaan umat, media penanaman nilai-nilai keislaman kepada generasi muda, sekaligus memperkuat identitas budaya Islam yang telah menjadi bagian dari sejarah Kesultanan Ternate.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Fasyah, Syawal Abaiki, menjelaskan bahwa pembangunan masjid dua lantai tersebut merupakan kebutuhan mendesak masyarakat Kelurahan Takome. Masjid yang dirancang mampu menampung sekitar 800 jemaah itu diperkirakan membutuhkan anggaran lebih dari Rp7 miliar, sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Menurutnya, hingga saat ini pendanaan pembangunan masih mengandalkan swadaya masyarakat, infak jemaah, dan donasi para dermawan. Karena itu, panitia berharap dukungan dari berbagai pihak agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
“Setiap infak dan bantuan yang diberikan akan menjadi amal jariyah dan fondasi kokoh bagi tegaknya rumah Allah di Kelurahan Takome,” ujar Syawal.
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Sultan Ternate, didampingi Staf Ahli Gubernur Maluku Utara, unsur Forkopimda Kota Ternate, serta pengurus Masjid Nurul Fasyah. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ikhtiar agar pembangunan masjid dapat berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan kelak memberikan manfaat besar bagi masyarakat Takome dan sekitarnya.






