TIRANI ABRAHA MENURUT Q.S AL-FIL

- Jurnalis

Minggu, 13 Juli 2025 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Hamdan Hasan., M.Ag*

Sejarah singkat gubernur Abraha

Ia berasal dari Habasyah (Ethiopia), seorang jenderal yang menjadi gubernur Yaman di bawah kekuasaan Raja Najasyi (Negus) dari Kerajaan Aksum.

Setelah menaklukkan Yaman, pasukan Abraha mengusir penguasa Yahudi saat itu (Dzu Nuwas) yang sebelumnya membantai kaum Abraha di Najran.

أَلَمْ تَرَ

Makna harfiah: “Tidakkah engkau melihat?”

Ini bukan sekadar pertanyaan retoris, tetapi pengingat sejarah politik — bahwa kejadian besar seperti kehancuran pasukan Abrahah adalah pelajaran penting dalam geopolitik dan moralitas kekuasaan.

Politik Islam mengharuskan pemimpin mengambil pelajaran dari sejarah kekuasaan tirani.

كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ

Bagaimana Tuhanmu bertindak

Tindakan Allah adalah intervensi langsung terhadap kezaliman politik. Pemimpin dan negara yang menyimpang dari keadilan dan menggunakan kekuatan secara zhalim pasti akan mendapat konsekuensi sejarah, sosial, bahkan spiritual.

بِأَصْحَابِ الْفِيلِ

Terhadap pasukan bergajah

Pasukan bergajah adalah simbol militerisme, kolonialisme, dan politik ekspansionis (imperialis).

Dalam konteks modern: negara atau kekuatan besar yang menyerang negara kecil dengan motif politik/agama/ekonomi tanpa keadilan, adalah Abrahah modern.

أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ

Baca Juga :  Bupati Kepulauan Sula Serahkan Hadiah Lomba Kebersihan Antar Desa

Bukankah Dia menjadikan tipu daya mereka…”

Kata كيد adalah strategi politik, konspirasi, perencanaan jangka panjang (kadang licik).
Makna sekarangnya adalah propaganda, infiltrasi ideologi, politik devide et impera (pecah belah), dll.

Allah membongkar politik tipu daya kekuasaan, tidak peduli secerdik apapun itu.

فِي تَضْلِيلٍ
“Dalam kesesatan / kesia-siaan”

Allah menunjukkan bahwa politik zalim tidak akan langgeng. Sehebat apapun rekayasa politik, jika mengandung kezaliman, akan menjadi sia-sia.

وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ
Dan Dia mengirim kepada mereka

Tindakan Allah terhadap ketidakadilan bisa datang dari arah yang tidak disangka, bisa melalui rakyat kecil, kejadian alam, peristiwa sosial, bahkan krisis internal.

طَيْرًا أَبَابِيلَ
Burung-burung berbondong-bondong

Simbol bahwa perlawanan terhadap kezaliman politik tidak selalu butuh kekuatan besar, cukup dengan kerja kolektif yang tepat (seperti burung ababil).

Kekuatan rakyat bisa menggulingkan rezim zalim, asal bersatu dan diarahkan secara moral.

تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ
Yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar

Simbol hukuman keras terhadap penguasa lalim, bisa dalam bentuk sanksi moral, ekonomi, politik, atau revolusi.

Politik Islam tidak membiarkan penguasa zhalim bebas berbuat — ada konsekuensi atas kejahatan kekuasaan.

Baca Juga :  Aliansi Masyarakat Adat Menggugat PT Position, Desak Pembebasan 26 Warga Maba Sangaji

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ
Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun dimakan (ulat)

Ini gambaran kehinaan total kekuasaan yang dulu disegani. Kekuasaan zalim bisa runtuh jadi bangkai sejarah — tidak hanya dikalahkan, tapi dianggap hina dan dilupakan.

Dalam politik kontemporer, ini pengingat agar penguasa tidak sombong, karena legitimasi tidak kekal jika tak adil.

Kesimpulan Politik Per Kata.

أَلَمْ تَرَ

Refleksi politik: belajar dari sejarah.

كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ

Allah berperan dalam sejarah politik.

أَصْحَابِ الْفِيلِ

Simbol militerisme & politik ekspansi.

كَيْدَهُمْ

Strategi politik zhalim.

فِي تَضْلِيلٍ

Semua strategi jahat akan gagal.

طَيْرًا أَبَابِيلَ

Kekuatan kolektif rakyat atau makhluk kecil bisa melawan kezaliman.

حِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ

Hukuman bagi kejahatan politik.

كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ

Akhir yang hina dari kekuasaan tiran.

Kesimpulan

Siapapun yang menjadi gubernur atau pemimpin secara umum dan punya konspirasi tidak baik untuk masyarakat, maka akan memiliki nasib seperti gubernur Abraha.

*Hamdan Hasan adalah Imam Besar Masjid Shafful Khairaat Sofifi, pengurus MUI, serta Mahasiswa Doktoral tafsir al-Quran di Malaysia.

Berita Terkait

Upaya “Mencerdaskan” dan Tradisi Belajar yang Dinamis
Pembangunan, Lahan, dan Pilihan untuk Percaya pada Niat Baik Negara
Belajar di SMK, Membangun Masa Depan Sejak Dini
Refleksi Akhir Tahun ASN di Maluku Utara: Menjaga Integritas dan Profesionalisme Pelayanan Publik
Menata Ulang Tata Kelola Proyek Publik: Tantangan dan Solusi Manajemen Konstruksi serta Peran Asosiasi Konstruksi di Era Gubernur Sherly Tjoanda
SAMPAH DAN DAMPAK KERUSAKAN LINGKUNGAN (TINJAUAN AL QURAN)
KESEHATAN MENTAL DAN JIWA DALAM PERSPEKTIF QS AL KAUTSAR AYAT 1-3
WAKIL RAKYAT YANG DIDAMBAKAN
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:31 WIB

Pembangunan, Lahan, dan Pilihan untuk Percaya pada Niat Baik Negara

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:19 WIB

Belajar di SMK, Membangun Masa Depan Sejak Dini

Selasa, 23 Desember 2025 - 06:29 WIB

Refleksi Akhir Tahun ASN di Maluku Utara: Menjaga Integritas dan Profesionalisme Pelayanan Publik

Kamis, 9 Oktober 2025 - 11:40 WIB

Menata Ulang Tata Kelola Proyek Publik: Tantangan dan Solusi Manajemen Konstruksi serta Peran Asosiasi Konstruksi di Era Gubernur Sherly Tjoanda

Selasa, 15 Juli 2025 - 15:46 WIB

SAMPAH DAN DAMPAK KERUSAKAN LINGKUNGAN (TINJAUAN AL QURAN)

Selasa, 15 Juli 2025 - 06:48 WIB

KESEHATAN MENTAL DAN JIWA DALAM PERSPEKTIF QS AL KAUTSAR AYAT 1-3

Senin, 14 Juli 2025 - 18:19 WIB

WAKIL RAKYAT YANG DIDAMBAKAN

Senin, 14 Juli 2025 - 13:45 WIB

PEMUDA PEMBERANI PERSPEKTIF AL QURAN

Berita Terbaru