Diduga Abaikan Istri Hingga Meninggal, Oknum ASN di Sula Aniaya Ipar

- Jurnalis

Rabu, 23 April 2025 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MARASAI.iD -Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Dinas Perhubungan Kepulaun Sula inisial JM alias Junan, dilaporan ke Sentra Pelayana Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kepulaun Sula lantaran diduga telah melakukan tindak penganiyaan terhadap warga Desa Fatce, Lutfi Yoisangaji (48) yang tidak lain adalah ipar kandungnya sendiri.

Akibatnya, korban mengalami luka serius, bahkan telinga dan hidung korban keluar darah sampai tak sadarkan diri.

Kepada awak media Selasa, (22/4/2025), Lutfi menceritakan, peristiwa ini terjadi pada 2 April 2025. Awalnya, ia mendatangi rumah Junan untuk mempertanyakan sikapnya terhadap sang istri, Hajija Yoisangadji (adik kandung Lutfi) yang sedang sakit, namun diabaikan oleh Junan dan akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga :  Gubernur Soroti Pemborosan Anggaran di Kampus Terbengkalai Unkhair Halbar

“Karena istri terduga pelaku itu adik kandung saya. Jadi, saya datang untuk menanyakan kenapa adik saya sakit tidak dihiraukan, bahkan sampai meninggal saya ambil dan bawa ke rumah saya juga dia tidak datang,” kesalnya.

Lebih lanjut, Lutfi menjelaskan, niat kedatanganya untuk meminta penjelasan, justru berujung pada kekerasan. Lutfi mengaku, sempat memancing Junan untuk keluar rumah dengan mengancam akan membakarnya. Ketika keluar, Junan diduga langsung memukul Lutfi.

Baca Juga :  Semarak Hardiknas 2025 di Maluku Utara, Pemerintah Launching Program Pendidikan Gratis

“Saya bilang mau bakar rumah, tapi saya tidak bawa apa-apa. Saya cuma ingin dia keluar supaya bisa saya ajak bicara. Tapi malah saya dianiaya,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Sula, IPTU. Rinaldi Anwar, membenarkan adanya laporan tersebut. Katanya, kasus ini tengah dalam tahap penyelidikan.

“Kasusnya sedang diselidiki. Pelapor sudah memberikan keterangan, dan selanjutnya kami akan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan,” pungkasnya.

Sementara, Junan yang diketahui merupakan mantan Pejabat Kepala Desa (Pj. Kades) Mangon, Kecamatan Sanana itu, belum berhasil dikonfirmasi hingga berita ini dipublikasikan.

Berita Terkait

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat
Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan
PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak
Kasus Korupsi Proyek “Welcome to Halbar” Seret Nama Mantan Calon Wali Kota Ternate hingga Mantan Suami Artis
Tim Patroli Gabungan Temukan Kayu Ilegal di Halmahera Timur
Gaji 2 Bulan Belum Dibayar, 570 Pegawai PPPK Dikbud Malut Ancam Mogok Kerja
Berita ini 321 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 06:54 WIB

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:50 WIB

Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:59 WIB

Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:04 WIB

Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:38 WIB

PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:59 WIB

Kasus Korupsi Proyek “Welcome to Halbar” Seret Nama Mantan Calon Wali Kota Ternate hingga Mantan Suami Artis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 13:53 WIB

Tim Patroli Gabungan Temukan Kayu Ilegal di Halmahera Timur

Selasa, 14 Oktober 2025 - 12:40 WIB

Gaji 2 Bulan Belum Dibayar, 570 Pegawai PPPK Dikbud Malut Ancam Mogok Kerja

Berita Terbaru