TIDORE – Kelompok Tani Bobotoniu Indah di Kelurahan Seli, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan, mengapresiasi dukungan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Ake Mayora yang menyuplai air untuk kebutuhan pertanian di tengah musim kemarau.
Salah satu petani, Osama M. Ikbal, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu enam anggota kelompok tani yang mengembangkan tanaman tomat di lahan seluas lebih dari dua hektare.
Dalam sepekan terakhir, Perumda Ake Mayora telah menyalurkan tujuh tangki air untuk memenuhi kebutuhan para petani. Setiap tangki memiliki kapasitas sekitar 4.000 liter sehingga total air yang disuplai mencapai sekitar 28.000 liter.
“Sebagai petani, kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Perumda Air Minum Ake Mayora Kota Tidore yang telah membantu memenuhi kebutuhan air untuk tanaman kami,” kata Osama.
Menurut dia, ketersediaan air sangat penting bagi tanaman tomat, terutama saat musim kemarau yang menyebabkan kebutuhan suplai air meningkat.
Ia berharap distribusi air tersebut dapat terus dilakukan agar tanaman mendapatkan pasokan air yang cukup sehingga pertumbuhan dan produksi tomat tetap terjaga.
“Apalagi di musim kemarau, kami berharap langkah Perumda Air Minum Ake Mayora Kota Tidore ini terus berlanjut,” ujarnya.
Perumda Prioritaskan Kebutuhan Rumah Tangga dan Petani
Direktur Perumda Ake Mayora, Abubakar Nurdin, sebelumnya mengatakan distribusi air bersih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, pihaknya juga menyalurkan air untuk mendukung kebutuhan petani yang terdampak kekeringan.
Menurut Abubakar, distribusi air tersebut merupakan bagian dari langkah tanggap darurat dalam menghadapi krisis air selama musim kemarau.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi di tengah keterbatasan pasokan.
“Jadi, selain air bersih untuk rumah tangga, kita juga salurkan untuk petani. Seperti di Kalaodi kemarin, kita salurkan ke embung agar bisa dimanfaatkan oleh petani,” kata Abubakar.
Dukungan distribusi air tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau sekaligus menjaga keberlangsungan sektor pertanian di Kota Tidore Kepulauan.






