Dilingkari Rumput Belukar, RSUD Ir Soekarno Morotai Berpotensi Jadi Sarang Ular

- Jurnalis

Minggu, 12 Januari 2025 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumput belukar melingkari RS Ir Soekarno Morotai.

Rumput belukar melingkari RS Ir Soekarno Morotai.

MARASAI.iD – Kondisi lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir Soekarno di Pulau Morotai menuai keluhan dari masyarakat.

Area sekitar rumah sakit yang dipenuhi semak belukar memicu kekhawatiran, karena diduga menjadi habitat ular yang dapat mengancam keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, area belakang RSUD tampak dikelilingi oleh semak belukar yang tumbuh lebat, bahkan sebagian bangunan mulai tertutup oleh rumput liar.

Situasi ini meningkatkan risiko keberadaan ular, yang menurut warga sudah beberapa kali ditemukan di sekitar rumah sakit.

Baca Juga :  Motor Dinas Jadi Rebutan, Perangkat dan Bendahara Desa Mira Bersitegang

Seorang keluarga pasien, Juyati, menyatakan kekhawatirannya terhadap kondisi ini.

“Rumah sakit di belakang ini rumput sudah lingkar. Rumput seperti ini tempat ular. Pernah juga ada ular yang ditemukan sampai di lantai rumah sakit,” katanya, Jumat (10/1/2025).

Ia menambahkan bahwa situasi tersebut membahayakan pasien maupun tenaga medis yang bertugas. “Kami berharap pihak rumah sakit segera membersihkan rumput-rumput ini. Jangan sampai ada kejadian yang membahayakan nyawa pasien atau keluarga mereka,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Pulau Morotai Dinilai Ingkar Janji, Hak ASN dan Gaji P3K Belum Dibayarkan

Hingga berita ini diterbitkan, Direktur RSUD Ir Soekarno, dr. Intan Imelda Engelbert Tan, belum memberikan tanggapan atas kondisi yang dikeluhkan masyarakat.

Masyarakat berharap agar pihak rumah sakit segera mengambil tindakan untuk membersihkan lingkungan sekitar dan memastikan kenyamanan serta keamanan bagi semua pihak yang berada di RSUD Ir Soekarno.

Berita Terkait

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu
Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat
Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan
PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak
Berita ini 99 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:08 WIB

Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu

Senin, 19 Januari 2026 - 06:54 WIB

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:50 WIB

Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:59 WIB

Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:04 WIB

Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:38 WIB

PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak

Berita Terbaru