TIDORE—Proyek pekerjaan pembangunan drainase oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Maluku Utara di Kelurahan Guraping, Kota Tidore Kepulauan, hingga kini tak kunjung rampung.
Proyek yang dimulai sejak Juni 2025 itu terhenti di tengah jalan dan menimbulkan keresahan warga sekitar.
Lurah Guraping, Ardian Soleman, mengungkapkan pihaknya sudah berulang kali melakukan koordinasi dengan pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), namun belum ada kepastian terkait kelanjutan pekerjaan tersebut.
“Saya sudah koordinasi ke mereka, tapi dari penjelasan disebutkan belum dikerjakan karena cuaca dan masalah tenaga kerja. Namun ini kan proyek yang seharusnya memiliki target penyelesaian,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).
Menurut Ardian, kondisi proyek yang dibiarkan mangkrak telah mengganggu aktivitas warga, terutama di RT 8 RW 3, di mana saluran air sudah dibongkar menggunakan alat berat namun belum diperbaiki.
“Kami sering menerima keluhan dari masyarakat yang terganggu akibat pekerjaan yang tidak tuntas. Saluran air yang sudah dibuka kini malah menyebabkan genangan dan menghambat aktivitas warga,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah kelurahan telah menanyakan kapan proyek tersebut akan dilanjutkan, namun hingga kini tidak ada kejelasan dari pihak pelaksana.
“Saya sudah tanyakan kapan proyek ini selesai, tapi jawaban dari mereka tidak menggunakan target. Ini yang sangat kami sesalkan,” tegas Ardian.
Warga berharap pihak BPJN Maluku Utara segera menindaklanjuti proyek tersebut agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat, mengingat jalan dan saluran air di wilayah itu merupakan akses utama warga Guraping.






