
SOFIFI – Dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Satuan Tugas (Satgas) Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat Kie Raha 2026 menggelar serangkaian kegiatan pengamanan di wilayah Sofifi, Sabtu (14/3/2026).
Kasatgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat Kie Raha 2026, Ranto Eko Mardayanto, melaporkan bahwa Subsatgas Rekayasa diterjunkan untuk melakukan patroli, pengaturan, serta penjagaan di sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.
Menurutnya, personel di lapangan juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak memarkir kendaraan sembarangan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
“Kami terus mengingatkan para pengendara roda dua maupun roda empat untuk senantiasa mematuhi tata tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Ranto.
Sementara itu, Subsatgas Patroli dan Pengaturan (Patroli dan Gatur) memfokuskan kegiatan di sepanjang jalur raya, terutama pada kawasan keramaian serta area Terminal Angkutan Lintas. Petugas tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga menerapkan rekayasa parkir di sekitar terminal guna menghindari penumpukan kendaraan yang dapat mengganggu arus lalu lintas menuju terminal.
Selain itu, sebagai langkah preventif, petugas turut melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan administrasi kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
Di sisi lain, Subsatgas Tindak Awal (TAA) juga melaksanakan patroli untuk memantau sejumlah lokasi yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Petugas memberikan teguran langsung kepada pengendara yang kedapatan melanggar aturan, terutama bagi mereka yang memarkir kendaraan di lajur kanan jalan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan disiplin berlalu lintas tetap terjaga selama masa operasi berlangsung.
Dengan sinergi seluruh subsatgas, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman. Kegiatan pengamanan ini akan terus dilaksanakan secara intensif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Kie Raha 2026.







