Nelayan Morotai Serbu Kapal Penyerobot Wilayah Tangkap, Pemerintah dan Penegak Hukum Diminta Serius

- Jurnalis

Jumat, 25 April 2025 - 02:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasrullah Pina, Ketua Nelayan bersama anggotanya menangkap nelayan ilegal.

Nasrullah Pina, Ketua Nelayan bersama anggotanya menangkap nelayan ilegal.

MARASAI.iD – Aksi penyergapan terjadi di perairan Kabupaten Pulau Morotai pada Kamis (24/4/2025), saat para nelayan tradisional geram terhadap ulah kapal-kapal nelayan besar yang diduga menyerobot wilayah tangkap mereka.

Salah satu kapal milik PT Tekindo berhasil digerebek, sementara dua kapal lainnya disergap oleh para nelayan dan awak kapalnya dipaksa turun ke darat.

Insiden ini dipicu oleh kekecewaan nelayan lokal yang merasa wilayah tangkap mereka terusik oleh keberadaan kapal-kapal besar yang dianggap mencuri ikan di wilayah perairan Morotai.

Baca Juga :  Dokkes Polda Malut Pastikan Kesehatan Personel Operasi Pekat Tetap Prima

Polres Pulau Morotai kini menangani langsung kasus tersebut. Namun, para nelayan menyatakan skeptis terhadap penyelesaian kasus ini, lantaran mediasi yang pernah dilakukan sebelumnya oleh pihak kepolisian dan pemerintah daerah tak kunjung menghasilkan solusi.

Nasrulah Pina, salah satu nelayan, menegaskan bahwa pemerintah, terutama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pulau Morotai, seharusnya tidak menutup mata terhadap persoalan ini.

“Kami tahu dinas tahu kapal-kapal itu, tapi dibiarkan saja. Kami minta polisi dan pemerintah serius. Ini sudah bukan pertama kali,” tegasnya.

Baca Juga :  Polsek Sanana Pantau Jalur Wisata Tanjung Waka, Waspadai Luapan Sungai Baleha

Lebih lanjut, Nasrulah menyoroti beratnya perjuangan nelayan tradisional dalam mencari ikan.

“Kami ini kerja antara hidup dan mati. Cuaca laut tidak bisa diprediksi. Jangan kami yang sudah susah, malah dirampas wilayah tangkapnya oleh kapal besar,” ujarnya penuh emosi.

Para nelayan berharap ada penindakan tegas dan perlindungan nyata dari negara agar mereka bisa melaut dengan aman tanpa terusik.

Berita Terkait

Polda Malut PTDH 21 Personel, Mayoritas Terlibat Disersi
Polda Malut Perkuat Patroli dan Pencegahan Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Polda Malut Tangkap Tersangka Penipuan Umrah, Kerugian Jamaah Capai Rp2,5 Miliar
Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak
PTUN Ambon Tolak Gugatan Mantan Kades Pohea, Inspektorat Sula Menang
IKT Halmahera Barat Kutuk Dugaan Kekerasan terhadap Perempuan, Minta Pelaku Diproses Hukum
Kematian Riswan Umasugi Bukan Kecelakaan, Tiga Orang Jadi Tersangka
Polda Malut Amankan 16 Senjata Api Ilegal dari Warga Halut, 4 Diantaranya Organik Filipina
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:59 WIB

Polda Malut PTDH 21 Personel, Mayoritas Terlibat Disersi

Selasa, 1 September 2026 - 20:29 WIB

Polda Malut Perkuat Patroli dan Pencegahan Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:07 WIB

Polda Malut Tangkap Tersangka Penipuan Umrah, Kerugian Jamaah Capai Rp2,5 Miliar

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:20 WIB

PTUN Ambon Tolak Gugatan Mantan Kades Pohea, Inspektorat Sula Menang

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:32 WIB

IKT Halmahera Barat Kutuk Dugaan Kekerasan terhadap Perempuan, Minta Pelaku Diproses Hukum

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Kematian Riswan Umasugi Bukan Kecelakaan, Tiga Orang Jadi Tersangka

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Polda Malut Amankan 16 Senjata Api Ilegal dari Warga Halut, 4 Diantaranya Organik Filipina

Berita Terbaru