SOFIFI– Kegiatan dialog publik kolaborasi Forum Komunikasi Pemuda (FKP) Malut-Makassar dengan Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) Maluku Utara resmi digelar di Aula kampus, Kamis (30/4/2026).
Dialog publik dengan tema ‘Penguatan Peran Pemuda dalam Percepatan Pembangunan Ibu Kota Sofifi’ ini dibuka langsung oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) melalui Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), yang diwakili Kepala Bidang Layanan Pemuda Syamsudin Marsaoly.
“Pemuda merupakan kekuatan strategis bangsa, agen perubahan, serta motor penggerak pembangunan daerah. Masa depan Maluku Utara, khususnya kemajuan Ibu Kota Sofifi, sangat ditentukan oleh sejauh mana generasi mudanya terlibat aktif dalam proses pembangunan,” ucap Syamsudin membaca sambutan Plt Kadispora Malut.
Menurutnya, percepatan pembangunan Ibukota perlu sangat dibutuhkan peran pemuda. Sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai dengan yang dicanangkan.
“Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara memiliki posisi yang sangat strategis dan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemuda, agar proses percepatan pembangunan dapat berjalan secara optimal, terarah, dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui dialog publik yang diselenggarakan di Unibrah, Dispora Malut memberikan apresiasi kepada FKP Malut-Makassar.
“Oleh karena itu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Forum Komunikasi Pemuda dan Pengawalan Kebijakan Strategis Maluku Utara atas terselenggaranya kegiatan ini,” tandasnya.
Wakil Rektor III Unibrah Mansyur Djamal menyampaikan terimakasih kepada FKP Malut-Makassar yang telah menginisiasi kegiatan kolaborasi dialog publik dengan Unibrah Maluku Utara.
“Terimakasih kepada pemuda yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, kolaborasi dengan Unibrah. Ini namanya FKP sedang pulang kampung untuk daerahnya sendiri,” ucapnya.
“Kami di Unibrah sangat terbuka dengan teman-teman yang ingin berkolaborasi untuk membicarakan tentang pembangunan daerah,” tambah dia.

Sementara Koord I FKP Malut-Makassar Fadli Ilham mengatakan, pembangunan Ibukota Sofifi harus memperhatikan juga pembangunan manusia.
“Proyeksi pembangunan Ibukota Sofifi kedepan tidak boleh hanya terfokus pada infrastruktur semata. Tapi perlu untuk memastikan agar pembangunan manusia termasuk pemuda menjadi bagian integral dalam pembangunan daerah,” paparnya.
Pemuda asal Desa Ampera ini menegaskan pentingnya pemberdayaan ruang publik bagi pemuda, sehingga pengawalan kebijakan untuk pembangunan daerah terus dilakukan.
“Dengan adanya dialog publik seperti ini, suara pemuda juta dapat tersampaikan, sehingga selain memberikan ruang bagi mereka untuk kreatif, pemuda juga punya tanggung moral untuk mengontrol jalannya kebijakan pemerintah dalam konteks pembangunan daerah. Kami dari FKP Malut-Makassar berharap ini pemberdayaan ruang publik seperti ini menjadi tradisi di pusat Ibukota,” jelasnya.
Adapun narasumber yang dihadirkan dari berbagai kalangan. Diantaranya Dinas Pendidikan Malut, Dinas PUPR Malut, Pimpinan Rektor Unibrah hingga tokoh pemuda.
Antusias pemuda dan mahasiswa yang turut hadir dalam dialog publik kolaborasi FKP Malut-Makassar dengan Unibrah sebanyak 100 lebih. (*)







