Rakorda Sensus Pertanian dan Evaluasi Survei Ekonomi Pertanian Resmi Dibuka

- Jurnalis

Senin, 28 Oktober 2024 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten II Setda Malut, Sri Haryani Hatari saat membuka kegiatan rakor survei pertanian.

Asisten II Setda Malut, Sri Haryani Hatari saat membuka kegiatan rakor survei pertanian.

MARASAI.iD – Pemerintah Provinsi Maluku Utara secara resmi membuka Rapat Koordinasi Daerah Sensus Pertanian 2023 dan evaluasi data Survei Ekonomi Pertanian 2024 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan BPS dari seluruh kabupaten/kota se-Maluku Utara, serta pemangku kepentingan terkait yang berlangsung di Sahid Bela Ternate, Senin (28/10/2024).

Asisten II Setda Provinsi Maluku Utara, Sri Haryani Hatari, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif pelaksanaan rakor ini yang bertujuan memperkuat akurasi data untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di Maluku Utara.

Sri Haryani Hatari menegaskan pentingnya hasil Sensus Pertanian 2023 dalam memahami dinamika sektor pertanian di wilayah ini.

“Data dari Sensus Pertanian 2023 menjadi dasar penting dalam mengidentifikasi potensi dan tantangan sektor pertanian Maluku Utara. Dengan data yang akurat, kita dapat merancang kebijakan yang tepat untuk mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani di daerah ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Kepulauan Sula Tambah Penerbangan Trigana Air, Mulai 2026 Terbang Tiga Kali Seminggu
Asisten II Setda Malut, Sri Haryani Hatari saat membuka dengan resmi kegiatan rakor survei pertanian yang ditandai dengan penabuh gendang.

Dalam pemaparannya, Sri Hatari  juga menyoroti kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Maluku Utara.

“Sektor ini memberi sumbangan signifikan sebesar 12,77 persen pada PDRB, menjadikannya sektor ketiga terbesar setelah industri pengolahan dan pertambangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data sensus, terdapat sekitar 153,79 ribu petani di Maluku Utara pada 2023, dengan mayoritas petani bergerak di subsektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa, pala, dan cengkeh.

Sensus Pertanian 2023 juga diikuti dengan Survei Ekonomi Pertanian 2024 yang bertujuan memperoleh data rinci mengenai ongkos dan pendapatan petani, yang dinilai penting untuk perumusan kebijakan peningkatan kesejahteraan petani.

Baca Juga :  Pemprov Maluku Utara Umumkan Hasil Seleksi Administrasi PPPK Tahap I Tahun 2024

“Data ini akan menjadi acuan strategis bagi pemerintah dan stakeholder untuk mendukung keberlanjutan ekonomi pertanian di Maluku Utara,” jelas Sri Hatari.

Sebagai penutup, Sri Haryani menyampaikan terima kasih kepada Plt Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Ir. Nurhidayat Maskat, M.Si., dan seluruh petugas lapangan yang telah bekerja keras mengumpulkan data dengan akurat.

“Kami berharap koordinasi dan sinergi yang terjalin antara BPS, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait akan terus berlanjut demi tercapainya Satu Data Pertanian yang dapat diandalkan sebagai acuan pembangunan pertanian Maluku Utara,” tutupnya.

 

Berita Terkait

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan
80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel
Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026
UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi
21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis
Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat
Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar
Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:17 WIB

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:00 WIB

80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:32 WIB

Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:45 WIB

UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48 WIB

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis

Jumat, 6 Februari 2026 - 02:18 WIB

Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:56 WIB

Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:17 WIB

Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah

Berita Terbaru