TIDORE– Pemerintah memperpanjang kebijakan bekerja dari rumah/work from home (WFH) selama dua bulan ke depan. Pemerintah telah menetapkan WFH sejak 31 Maret 2026 melalui Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/III/2026 tentang Work From Home dan Program Optimasi Pemanfaatan Energi di Tempat Kerja.
Perpanjangan WFH ini tentu memberi dampak bagi operasional di pemerintahan termasuk di Kota Tidorr Kepulauan.
Sekertaris Daeeah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo memgatakan, bahwa penerapan WFH berdampak di Kota Tidore berjalan efektif.
Hal ini juga berdampak pada pengurangan biaya operasional kantor seperti tagihan listrik dan air yang mengalami penurunan ketika kebknakan WFH diterapkan.
” penerapan ini sangat efektif dan berdampak pada biaya operasional, teritama Listrik dan Air,” kata Ismail Saat diwawancari di ruang kerjanya Selasa 2 Mei 2026.
Lebih lanjut ismail mengungkapkan bahwa ia mendukunv kebijakan perpanjangan WFH oleh pemerinrah pusat, yang dinilai berdampak baik ditengah efisiensi.
” jadi terkait petpanjangan WFH ini saya sangat mendukung karena berdampak nagi efisiensi,” ujar Ismail.
Ia juga menambahkan jika penerapan WFH tidak tak berpengaruh terhadap kedisiplinan pegawai, yang mana saat dimulainya penerapan kebijakan ini para pegawai dengan cepat menyesuaikan.
Selain itu, kesadaran pegawai akan tugas melayani masyarakat juga turut mendukung kedisiplinan, Ismail menegaskan pemkot Tidore juga memberi ketegasa berupa pemotongan TPP terhadap pegawai yang tidak disiplin.
” Jadi kalau ada yang tidak disiplin resikonya yaa TTP tidak dibayar,” Kata Ismail.(*)







