Generasi Obi Tumbuh Berdaya Bersama Industri: Kisah Angki, Yokber, dan Sifa di Harita Nickel

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALMAHERA SELATAN — Di Pulau Obi, perjalanan karier sebagian masyarakat lokal dimulai dari kesempatan sederhana, lalu berkembang seiring waktu, pengalaman, dan dedikasi dalam bekerja. Di tengah pertumbuhan industri nikel yang terus berkembang, generasi muda Obi perlahan mengambil peran penting, bukan sekadar menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri.

Salah satu kisah datang dari Frangi Cako, pemuda asal Kawasi yang akrab disapa Angki. Ia mulai bekerja di Harita Nickel pada 2015 sebagai anggota security saat usianya baru 18 tahun.

Frangi Cako, Security Supervisor Harita Nickel, sedang memberikan instruksi harian dan koordinasi operasional kepada tim keamanan di lapangan.

Berbekal kedisiplinan dan pengalaman di lapangan, Angki perlahan dipercaya menempati posisi yang lebih tinggi. Dari anggota security, ia kemudian menjadi Komandan Regu hingga akhirnya menjabat sebagai Supervisor Security pada September 2025.

“Di Industrial Sektor 3, kami semua berjumlah 43 personel. Kami bertugas di tempat-tempat strategis perusahaan,” ujar pria 29 tahun itu.

Menurut Angki, tugas seorang security tidak hanya duduk menjaga pos. Ia kini bertanggung jawab mengatur personel, melakukan koordinasi keselamatan kerja, hingga menangani administrasi perkantoran.

“Kami juga difasilitasi kursus komputer untuk menunjang kerja administrasi. Belajar komputer ini tak pernah saya rasakan sejak sekolah. Tapi di Harita Nickel, kita diajari cara mengoperasikan komputer,” jelasnya.

Sebagai putra asli Kawasi, Angki menepis anggapan bahwa tenaga kerja lokal tidak mendapat ruang di perusahaan. Baginya, peluang selalu terbuka bagi masyarakat lokal yang mau belajar dan bekerja keras.

“Saya ini warga asli Kawasi, lahir dan besar di Kawasi. Menduduki jabatan sampai pada level supervisor menandakan bahwa saya diterima dengan baik dan putra daerah berpeluang juga di sini. Yang harus kita tunjukkan adalah dedikasi dan bekerja keras, bukan banyak mengeluh,” tegasnya.

Baca Juga :  Sarahsehan Kebudayaan, Sahli Gubernur: Ikhtiar Melestarikan Budaya

Ia pun berpesan kepada generasi muda Pulau Obi agar tidak takut memulai dari bawah.

“Saya butuh lebih dari 10 tahun untuk menempati posisi sekarang. Saya juga masih ingin terus berkarier. Kita harus berproses dari bawah, pengalaman-pengalaman dari bawah yang membawa kita naik,” tutupnya.

Dari Lapangan Hingga Memimpin Tim

Construction & Engineering Supervisor Harita Nickel, Yokber Cecene. Warga asli Kawasi ini sudah bekerja di Harita Nickel sejak 2007.

Cerita serupa datang dari Yokber Cecene, warga Kawasi yang kini menjabat sebagai Supervisor di Construction & Engineering.

Yokber bergabung dengan Harita Nickel sejak 2007, saat perusahaan mulai membangun fondasi awal operasional di Pulau Obi. Kala itu, sekitar 50 warga Kawasi direkrut, dan Yokber menjadi salah satunya.

“Saya mulai dari pekerjaan paling awal. Sekarang saya memimpin tim yang terdiri dari beberapa foreman dan kru,” katanya.

Selama bekerja, Yokber banyak terlibat dalam proyek konstruksi perusahaan, termasuk pembangunan Jembatan Akelamo yang menghubungkan Kawasi dan Soligi.

Dedikasi dan tanggung jawab dalam bekerja mengantarkannya pada posisi strategis saat ini. Di sisi lain, pekerjaannya juga membawa perubahan besar bagi kehidupan keluarganya.

“Waktu awal kerja saya masih bujang. Sekarang anak saya sudah mau lulus SMA. Dia sekolah di Yogyakarta. Anak saya bercita-cita masuk sekolah penerbangan, semoga impiannya terwujud,” ujarnya bangga.

Tak hanya itu, kondisi ekonomi keluarganya juga semakin membaik. Sang istri kini menjalankan usaha sembako di kawasan ekonomi dekat Pemukiman Baru Desa Kawasi.

Yokber berharap generasi muda Pulau Obi terus memanfaatkan peluang yang ada untuk membangun masa depan.

Baca Juga :  Pemkot Tidore Gelar Lomba Sholawat, Ribuan Warga Meriahkan Peringatan Maulid Nabi

“Sudah banyak orang Kawasi yang berkarier di perusahaan. Generasi muda Pulau Obi juga bisa bekerja di Harita Nickel,” pungkasnya.

Dari Program Pelatihan Hingga Magang

Sifa Sahbila Amirudin, salah satu generasi muda terbaik Pulau Obi di tengah kesibukan menjalani masa magang di Departemen HRGA Site Obi.

Sementara itu, kisah berbeda datang dari Sifa Sahbila Amirudin, pemudi asal Desa Soligi yang kini menjadi karyawan magang di Departemen HRGA Site Obi.

Di usia 19 tahun, Sifa mengikuti program PELITA (Peningkatan Keahlian dan Keterampilan), sebuah program pelatihan yang fokus meningkatkan keterampilan, termasuk bahasa Mandarin dan komputer.

“Saya ikut program PELITA itu enam bulan. Sebelum program bahasa Mandarin, saya juga ikut kursus komputer yang dibuka CSR Harita Nickel. Saya memilih kursus pada dua keahlian itu karena menurut saya sangat relevan dengan kebutuhan komunikasi industri di Pulau Obi saat ini,” ungkap Sifa.

Setelah lulus SMA, ia sebenarnya ingin melanjutkan kuliah. Namun keterbatasan ekonomi membuatnya harus menunda keinginan tersebut. Kesempatan magang sebagai penerjemah Mandarin kemudian membuka jalan baru bagi pengembangan dirinya.

“Kesempatan ini adalah bekal yang sangat berharga bagi saya. Saya ingin terus berkembang dan berharap ke depan dari hasil yang saya raih dan pengalaman-pengalaman yang didapat, saya bisa mengembangkan karier di tempat manapun, termasuk di Harita Nickel,” katanya.

Sifa mengaku awalnya sempat merasa takut menjadi karyawan magang. Namun kekhawatiran itu perlahan hilang karena lingkungan kerja yang menurutnya sangat mendukung.

“Banyak karyawan yang membantu saya. Mengarahkan, bahkan mengajak saya untuk diskusi apabila ada kendala dalam pekerjaan. Mereka menerima saya dengan sangat baik,” tuturnya.

Kini, Sifa merasa pengalamannya bekerja bukan hanya membantu dirinya berkembang, tetapi juga membantu meringankan beban ekonomi keluarga.

Kisah Angki, Yokber, dan Sifa menjadi gambaran bahwa di tengah berkembangnya industri nikel di Pulau Obi, semakin banyak generasi lokal yang ikut tumbuh bersama perubahan tersebut. Mereka tidak lagi sekadar menyaksikan pembangunan, tetapi telah menjadi bagian penting di dalamnya.

Berita Terkait

Kapolri Tunjuk Brigjen Arif Budiman Jadi Kapolda Malut, Pernah Bertugas di Maluku Utara
Forum Kepala Bappeda Malut 2026 Dibuka, Sri Haryanti Tekankan Pembangunan Inklusif dan Hilirisasi Berdampak bagi Masyarakat
Inflasi Terkendali, TPID Tidore Intensifkan Sidak Pasar Jelang Idul Adha
Hadiri Dialog Publik Kolaborasi FKP Malut– Unibrah, Pemprov Tegaskan Urgensi Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah
Bukan Penyerobotan Lahan, Ini Kesepakatan: Suara Warga Kawasi dan Soligi
Tekan Inflasi, Pemkot Tidore Percepat Langkah Strategis dan Dorong Gerakan Menanam
Balai Bahasa Maluku Utara dan Fakultas Pendidikan Unibrah Teken PKS, Perkuat Literasi dan Pelestarian Bahasa
Pemkot Tidore Dorong Investasi Glamping, Bidik PAD dan Serapan Tenaga Kerja
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:28 WIB

Generasi Obi Tumbuh Berdaya Bersama Industri: Kisah Angki, Yokber, dan Sifa di Harita Nickel

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:27 WIB

Kapolri Tunjuk Brigjen Arif Budiman Jadi Kapolda Malut, Pernah Bertugas di Maluku Utara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:55 WIB

Forum Kepala Bappeda Malut 2026 Dibuka, Sri Haryanti Tekankan Pembangunan Inklusif dan Hilirisasi Berdampak bagi Masyarakat

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:34 WIB

Inflasi Terkendali, TPID Tidore Intensifkan Sidak Pasar Jelang Idul Adha

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:21 WIB

Hadiri Dialog Publik Kolaborasi FKP Malut– Unibrah, Pemprov Tegaskan Urgensi Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah

Selasa, 28 April 2026 - 09:24 WIB

Bukan Penyerobotan Lahan, Ini Kesepakatan: Suara Warga Kawasi dan Soligi

Kamis, 16 April 2026 - 17:39 WIB

Tekan Inflasi, Pemkot Tidore Percepat Langkah Strategis dan Dorong Gerakan Menanam

Rabu, 15 April 2026 - 17:42 WIB

Balai Bahasa Maluku Utara dan Fakultas Pendidikan Unibrah Teken PKS, Perkuat Literasi dan Pelestarian Bahasa

Berita Terbaru