MARASAI.iD – Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara, Sofyan Kamarullah, mendampingi Penjabat (Pj) Gubernur Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, dalam kunjungan kerja ke empat direktorat jenderal Kementerian PUPR pada Jumat (2/8/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk membahas berbagai isu strategis pembangunan infrastruktur di Maluku Utara.
“Ada beberapa isu penting terkait pembangunan di Maluku Utara yang disampaikan Pak Pj Gubernur dalam pertemuan tersebut,” ujar Sofyan pada Selasa (6/8/2024).
Sofyan menjelaskan, Pj Gubernur bertemu dengan empat kepala balai, yakni Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Balai Cipta Karya, Balai Sumber Daya Air (SDA), dan Balai Kawasan Permukiman dan Perumahan. Setiap pertemuan membahas program prioritas di bidang masing-masing.
“Untuk bidang Cipta Karya, kami fokus pada peningkatan akses air minum dan sanitasi, khususnya SPAM Sofifi, serta peruntukan lahan seluas lima hektare untuk pembangunan kantor bersama Kementerian PUPR di Sofifi,” papar Sofyan.
Sementara itu, untuk bidang Bina Marga, beberapa proyek strategis diusulkan, termasuk:
- Ruas jalan Maba-Sagea, sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
- Ruas jalan Jikodolong-Soligi-Wayaloar, jalan baru yang memotong kawasan industri.
- Ruas jalan Tayawi-Kobe, akses utama menuju kawasan industri Weda.
Selain itu, Sofyan menyebutkan bahwa rencana pembangunan Jembatan Temadore juga dibahas. Jembatan ini diharapkan menjadi ikon baru Maluku Utara, setelah sebelumnya dilakukan pra-studi kelayakan.
Pada pertemuan dengan Balai Sumber Daya Air (SDA), Sofyan mengungkapkan bahwa sejumlah rencana penting turut dibahas. Di antaranya:
- Bendungan Wairoro untuk mendukung kawasan pangan PSN Weda.
- Penyediaan air baku bagi Pulau Hiri dan Soligi untuk mendukung kawasan industri Pulau Obi.
- Bangunan pengendali banjir di Sofifi.
- Peningkatan irigasi melalui program TP irigasi PUPR.
“Kunjungan ini sangat penting untuk memastikan bahwa proyek-proyek yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Maluku Utara bisa mendapat perhatian pemerintah pusat,” jelas Sofyan.
Di akhir kunjungan, Pj Gubernur juga menemui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan. Sofyan menambahkan bahwa Pj Gubernur menekankan percepatan hilirisasi di sektor perikanan dan pertanian.
“Hilirisasi sektor perikanan dan pertanian sangat mendesak. Untuk itu, kami mengupayakan dukungan infrastruktur melalui APBN, Tugas Pembantuan, dan DAK agar rencana tersebut segera terwujud,” tandas Sofyan.
Kunjungan ini, menurut Sofyan, menjadi langkah konkret Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan ekonomi yang lebih terintegrasi.






