Mahasiswa UNIBRAH Desak Pemerintah Respons Krisis Rakyat, Soroti Mafia BBM hingga Tambang Bermasalah

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa UNIBRAH gelar aksi soal BBM di Bundaran Sofifi.

Mahasiswa UNIBRAH gelar aksi soal BBM di Bundaran Sofifi.

SOFIFI – Dugaan praktik mafia BBM, persoalan tambang bermasalah, hingga buruknya pengelolaan sejumlah sektor pelayanan publik menjadi sorotan dalam aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Bumi Hijrah (UNIBRAH) Tidore di Bundaran Sofifi, Rabu (17/6/2026). Massa menilai pemerintah terlalu lamban merespons berbagai persoalan yang terus dikeluhkan masyarakat Maluku Utara.

Dalam demonstrasi itu, mahasiswa menilai pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, belum menunjukkan langkah konkret dalam menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat. Kondisi tersebut, menurut mereka, berbanding terbalik dengan janji kesejahteraan yang selama ini digaungkan pemerintah.

Koordinator Lapangan (Korlap), Abdullah “Lukas” Palias, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap realitas yang terjadi di tengah masyarakat. Ia menyebut berbagai kebijakan yang ada saat ini belum mampu menjawab kebutuhan rakyat, terutama terkait stabilitas ekonomi dan pelayanan publik.

“Masyarakat semakin tertekan oleh kondisi ekonomi, sementara berbagai persoalan yang menjadi keluhan publik seolah dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah harus hadir dan segera mengambil langkah nyata, bukan hanya sebatas mendengar tanpa tindak lanjut,” tegas Abdullah kepada awak media.

Baca Juga :  Gerak Cepat Gubernur Sherly Kerahkan Pemprov Maluku Utara Kirim Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Halbar–Halut

Salah satu isu utama yang disuarakan massa adalah tuntutan penurunan harga BBM non-subsidi yang dinilai turut memicu kenaikan biaya hidup masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti dugaan praktik mafia BBM yang selama ini dianggap menjadi salah satu penyebab buruknya tata kelola distribusi bahan bakar di Maluku Utara.

Tak hanya soal BBM, massa aksi juga mengangkat sejumlah persoalan strategis lainnya, mulai dari infrastruktur jalan, pengelolaan lingkungan, revisi regulasi, hingga kesejahteraan tenaga honorer. Mereka menilai berbagai persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius dan tidak boleh terus diabaikan.

Adapun sepuluh tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut meliputi:

  1. Menangkap dan mengadili mafia BBM yang diduga beroperasi di Maluku Utara.
  2. Membentuk tim investigasi independen untuk mengawasi distribusi BBM di seluruh SPBU.
  3. Mengevaluasi kebijakan pemerintah pusat yang dinilai belum berpihak kepada kepentingan rakyat.
  4. Memprioritaskan perbaikan ruas Jalan Payahe–Dehepodo dibanding proyek Jalan Trans Kie Raha.
  5. Mengevaluasi kinerja Dinas Lingkungan Hidup terkait pengelolaan TPS dan TPA.
  6. Mendesak pemerintah dan DPR melakukan peninjauan ulang terhadap UU Polri.
  7. Mencabut izin perusahaan tambang yang bermasalah dan merugikan masyarakat.
  8. Menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak di Maluku Utara.
  9. Mengevaluasi tata kelola serta penggunaan anggaran yang berkaitan dengan distribusi BBM.
  10. Menaikkan gaji tenaga honorer yang hingga kini dinilai belum sebanding dengan beban kerja mereka.
Baca Juga :  Panitia Matangkan Persiapan Pelantikan IKA Fatek Unibrah dalam Rapat Final

Aksi berlangsung dengan aman dan tertib. Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal seluruh tuntutan tersebut hingga mendapat respons dan tindak lanjut yang jelas dari pemerintah.

Berita Terkait

Disnakertrans Malut Cetak Ahli K3 Bersertifikat, Siapkan SDM Lokal Bersaing di Industri Tambang
FIKES UNIBRAH Gandeng FKM UNAIR, Buka Peluang Riset dan Pengabdian Bersama di Bidang Kesehatan Masyarakat
Kapolri Tunjuk Brigjen Arif Budiman Jadi Kapolda Malut, Pernah Bertugas di Maluku Utara
Forum Kepala Bappeda Malut 2026 Dibuka, Sri Haryanti Tekankan Pembangunan Inklusif dan Hilirisasi Berdampak bagi Masyarakat
Hadiri Dialog Publik Kolaborasi FKP Malut– Unibrah, Pemprov Tegaskan Urgensi Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah
Balai Bahasa Maluku Utara dan Fakultas Pendidikan Unibrah Teken PKS, Perkuat Literasi dan Pelestarian Bahasa
Dari Kampus ke Industri Kreatif, Mahasiswa UNIBRAH Antusias Serap Ilmu Ekonomi Kreatif dari Direktur Musik Ekraf
Semangati Hari Pertama Sekolah, Balai Bahasa Malut Kolaborasi dengan SD Negeri Sofifi
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:34 WIB

Mahasiswa UNIBRAH Desak Pemerintah Respons Krisis Rakyat, Soroti Mafia BBM hingga Tambang Bermasalah

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:33 WIB

Disnakertrans Malut Cetak Ahli K3 Bersertifikat, Siapkan SDM Lokal Bersaing di Industri Tambang

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:50 WIB

FIKES UNIBRAH Gandeng FKM UNAIR, Buka Peluang Riset dan Pengabdian Bersama di Bidang Kesehatan Masyarakat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:27 WIB

Kapolri Tunjuk Brigjen Arif Budiman Jadi Kapolda Malut, Pernah Bertugas di Maluku Utara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:55 WIB

Forum Kepala Bappeda Malut 2026 Dibuka, Sri Haryanti Tekankan Pembangunan Inklusif dan Hilirisasi Berdampak bagi Masyarakat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:21 WIB

Hadiri Dialog Publik Kolaborasi FKP Malut– Unibrah, Pemprov Tegaskan Urgensi Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 17:42 WIB

Balai Bahasa Maluku Utara dan Fakultas Pendidikan Unibrah Teken PKS, Perkuat Literasi dan Pelestarian Bahasa

Jumat, 10 April 2026 - 19:52 WIB

Dari Kampus ke Industri Kreatif, Mahasiswa UNIBRAH Antusias Serap Ilmu Ekonomi Kreatif dari Direktur Musik Ekraf

Berita Terbaru