TOBELO – Kasus dugaan pencurian yang menimpa Kontingen Cabang Olahraga (Cabor) Sepak Takraw Kabupaten Kepulauan Sula saat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, mendapat perhatian serius dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kepulauan Sula.
Ketua Bidang Hukum KONI Kepulauan Sula, Armin Soamole, mendesak Polres Halmahera Utara dan Polsek Galela untuk mengusut tuntas kasus tersebut serta segera mengungkap pelaku pencurian yang merugikan para atlet.
Menurut Armin, hilangnya enam unit telepon genggam dan uang tunai sekitar Rp5 juta tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis atlet yang tengah berjuang mengharumkan nama daerah dalam ajang olahraga tingkat provinsi.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Polsek Galela dan Polres Halmahera Utara yang telah melakukan penyelidikan. Namun, kami berharap proses pengungkapan kasus ini dilakukan secara maksimal sehingga pelaku dapat segera ditemukan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Armin.
Ia menegaskan bahwa keamanan atlet dan ofisial selama pelaksanaan Porprov menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, aparat penegak hukum diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi seluruh kontingen yang mengikuti kejuaraan tersebut.
“Porprov adalah pesta olahraga yang seharusnya menjadi ajang mempererat persaudaraan dan melahirkan prestasi, bukan meninggalkan trauma akibat tindakan kriminal. Kami berharap kasus ini menjadi atensi khusus dan segera terungkap,” tegasnya.
Armin juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa pencurian tersebut agar membantu aparat kepolisian dengan memberikan keterangan yang dapat mendukung proses penyelidikan.
“Kami percaya Polres Halmahera Utara memiliki komitmen dalam menegakkan hukum. Karena itu, kami berharap kasus ini segera terungkap, barang-barang yang hilang dapat ditemukan, dan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Armin menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian serta berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi selama pelaksanaan Porprov V Maluku Utara berlangsung.






