Cegah Punah, Bahasa Tidore Akan Digunakan di Semua Instansi Pemerintah

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, saat membuka secara resmi Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, saat membuka secara resmi Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan berkomitmen mendukung revitalisasi dan pelestarian Bahasa Tidore dengan menerapkan penggunaan wajib bahasa daerah tersebut di seluruh instansi pemerintahan.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen saat diwawancarai di Taman Rum Balibunga usai menghadiri kegiatan Gebyar PAUD, Jumat (1/5/2026).

Menurut Muhammad Sinen, Bahasa Tidore merupakan aset budaya yang penting untuk dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Ia menegaskan, upaya revitalisasi yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan perlu diperluas, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di seluruh instansi pemerintah mulai dari kecamatan hingga kelurahan dan desa.

Baca Juga :  Semarakkan Kebudayaan, Kesultanan Ternate Hadirkan Legu Tara No Ate

“Ini bukan hanya di sekolah saja, tapi wajib hukumnya di seluruh instansi. Camat hingga kelurahan dan desa harus menggunakan bahasa daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan Bahasa Tidore nantinya akan dijadwalkan dalam aktivitas perkantoran maupun sekolah, misalnya pada hari tertentu seluruh pegawai dan siswa diwajibkan berkomunikasi menggunakan Bahasa Tidore.

Baca Juga :  Gubernur Sherly Hadiri Renungan Suci di TMP Banau

Kebijakan tersebut bertujuan menjaga kelestarian bahasa daerah sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Tidore.

Muhammad Sinen juga mengaku khawatir Bahasa Tidore akan semakin ditinggalkan jika tidak segera dilestarikan.

“Anak cucu kita saat ini sudah banyak yang tidak lagi mengetahui Bahasa Tidore. Karena itu, langkah ini penting untuk membumikan kembali Bahasa Tidore sebagai bagian dari kearifan lokal,” katanya.(*)

Berita Terkait

Jauh dari Kota, Dekat dengan Indonesia: Tiga Pemuda Tobelo Dalam Kibarkan Merah Putih di Pedalaman Halmahera
Puncak Semarak HUT RI Ke-81, BPD KKSS dan PD IWSS Tidore Kepulauan Pererat Silaturahmi
Gubernur Sherly Hadiri Renungan Suci di TMP Banau
Meriam Portugis dan Rumah Gubernur Pertama Irian Barat Jadi Cagar Budaya Nasional
Tobo Safar di Tidore, Wagub Malut Lestarikan Tradisi Sekaligus Tebar Semangat Sportivitas
Seminar Budaya Ungkap Makna Ritual Adat Dol Meja, Warisan Kearifan Lokal Masyarakat Sula
Ketua TP PKK Tidore Apresiasi Mahasiswa KKN dan Pemuda Gurabunga Sukses Gelar Porseni 2026
Lomba Tarian Tradisional Kie Raha Sebagai Ajang Pelestarian Budaya di Kota Tidore
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Jauh dari Kota, Dekat dengan Indonesia: Tiga Pemuda Tobelo Dalam Kibarkan Merah Putih di Pedalaman Halmahera

Senin, 17 Agustus 2026 - 05:09 WIB

Puncak Semarak HUT RI Ke-81, BPD KKSS dan PD IWSS Tidore Kepulauan Pererat Silaturahmi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Gubernur Sherly Hadiri Renungan Suci di TMP Banau

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:55 WIB

Meriam Portugis dan Rumah Gubernur Pertama Irian Barat Jadi Cagar Budaya Nasional

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:13 WIB

Tobo Safar di Tidore, Wagub Malut Lestarikan Tradisi Sekaligus Tebar Semangat Sportivitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:50 WIB

Seminar Budaya Ungkap Makna Ritual Adat Dol Meja, Warisan Kearifan Lokal Masyarakat Sula

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:25 WIB

Ketua TP PKK Tidore Apresiasi Mahasiswa KKN dan Pemuda Gurabunga Sukses Gelar Porseni 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:55 WIB

Lomba Tarian Tradisional Kie Raha Sebagai Ajang Pelestarian Budaya di Kota Tidore

Berita Terbaru