TIDORE — Semangat kemerdekaan Republik Indonesia terasa hingga ke pedalaman Halmahera. Senin (17/8/2026), sekitar 200 masyarakat adat Suku Tobelo Dalam yang lebih dikenal sebagai Suku Togutil bersama warga Desa Woda, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, berkumpul di kawasan Sungai Woda untuk mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Upacara yang berlangsung di tengah alam pedalaman tersebut menjadi momentum istimewa. Tiga pemuda Suku Tobelo Dalam, Edi, Dedi, dan Bohe, dipercaya menjalankan tugas sebagai pengibar bendera Merah Putih.
Dengan penuh kesungguhan, ketiganya berdiri tegap dan menjalankan seluruh rangkaian pengibaran hingga Sang Merah Putih berkibar di hadapan sekitar 200 peserta upacara.
Momen tersebut menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan tidak mengenal batas geografis. Di tengah pedalaman Halmahera, jauh dari pusat kota, masyarakat adat Suku Tobelo Dalam menunjukkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Menempuh Perjalanan dari Hutan
Kehadiran masyarakat Suku Tobelo Dalam dalam peringatan HUT RI ke-81 di Sungai Woda tidak diperoleh dengan mudah. Karena jarak tempat tinggal yang jauh dari lokasi kegiatan, sebagian masyarakat telah keluar dari kawasan hutan tiga hari sebelum pelaksanaan upacara.
Perjalanan menuju lokasi harus ditempuh dengan berjalan kaki melewati medan pedalaman. Namun, perjalanan panjang tersebut tidak menyurutkan semangat mereka.
Mereka tetap datang untuk mengikuti upacara, berkumpul bersama masyarakat Desa Woda, dan menyaksikan langsung berkibarnya Merah Putih di tengah pedalaman Halmahera.
Bagi masyarakat Suku Tobelo Dalam, perjalanan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia.
Tiga Putra Tobelo Dalam Kibarkan Sang Merah Putih
Puncak upacara ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Edi, Dedi, dan Bohe.
Ketiganya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab di hadapan masyarakat Suku Togutil, masyarakat lokal, aparat keamanan, tokoh agama, dai, relawan, dan seluruh peserta upacara.
Kibarnya Merah Putih di Sungai Woda menjadi pemandangan penuh makna. Bendera kebangsaan berkibar bukan di tengah lapangan kota atau di antara gedung-gedung tinggi, melainkan di tengah alam Halmahera bersama masyarakat adat Suku Togutil.

Kolaborasi Banyak Pihak
Pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sungai Woda terlaksana melalui kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Maluku Utara, Dai Pedalaman Hidayatullah, TNI, Polri, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Pemerintah Desa Woda, SD di Desa Woda, tokoh agama, masyarakat lokal, masyarakat adat Suku Togutil, serta para relawan.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih kuat dalam menghadirkan kegiatan kebangsaan hingga ke wilayah pedalaman.
Bertindak sebagai pembina upacara, Nurhadi, M.Pd., Kepala Perwakilan BMH Maluku Utara. Sementara Komandan Upacara adalah Sertu Fahrir Bima, Babinsa Bale Koramil 1505-04/Oba, Kodim 1505/Tidore, Korem 152/Babullah.
Adapun pemimpin upacara adalah Bripka Muhamad Hamka Sukiman, Bhabinkamtibmas Desa Woda, Polsek Oba, Polresta Tidore.
“Jauh dari Kota Bukan Berarti Jauh dari Indonesia”
Dalam amanatnya, Nurhadi menyampaikan bahwa masyarakat yang tinggal di pedalaman tetap merupakan bagian penting dari bangsa Indonesia.
“Jauh dari kota bukan berarti jauh dari Indonesia. Di tempat ini, di tengah hutan Halmahera, kita tetap berada di bumi Indonesia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan milik seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat adat yang hidup di pedalaman.
“Indonesia bukan hanya milik orang yang tinggal di kota. Indonesia juga milik masyarakat adat Togutil yang hidup di pedalaman Halmahera. Merah Putih juga berkibar di sini,” katanya.
Nurhadi juga mengajak anak-anak dan generasi muda Suku Togutil untuk terus belajar, memiliki cita-cita besar, serta tetap menjaga jati diri dan kearifan lokal.
“Tempat tinggal boleh di pedalaman, tetapi masa depan tidak boleh di pedalaman. Boleh tinggal jauh dari kota, tetapi cita-cita tidak boleh jauh,” pesannya.
Papa Sangaji: Senang Bisa Mengikuti Upacara
Papa Sangaji selaku kepala Suku Tobelo Dalam menyampaikan rasa senang dan bahagia dapat mengikuti peringatan HUT Kemerdekaan RI bersama masyarakat Desa Woda.
Kehadiran masyarakat Suku Tobelo Dalam menjadi pengalaman berkesan, terlebih ketika tiga putra dari komunitas mereka dipercaya menjadi pengibar bendera Merah Putih.
Kebersamaan antara masyarakat adat dan masyarakat lokal juga terlihat sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti upacara dengan tertib dan kemudian bersama-sama menikmati rangkaian perayaan kemerdekaan.
Upacara Berlangsung Khidmat
Apresiasi terhadap pelaksanaan upacara disampaikan Saleh Ibrahim dari Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Ia menilai pelaksanaan upacara tahun ini berjalan dengan baik, teratur, dan penuh khidmat.
“Upacara kali ini sangat teratur dan penuh hikmat,” ungkapnya.
Apresiasi tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh pihak yang telah terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan.
Merawat Kebersamaan di Pedalaman
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sungai Woda tidak sekadar menjadi seremoni pengibaran bendera. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat adat Suku Tobelo Dalam, masyarakat lokal, TNI, Polri, pemerintah desa, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, sekolah, tokoh agama, dai pedalaman, BMH Maluku Utara, dan para relawan.
Mereka hadir dengan latar belakang berbeda, tetapi berdiri di bawah bendera yang sama: Merah Putih.
Perjalanan panjang masyarakat Suku Tobelo Dalam dari kawasan hutan, perjuangan tiga pemuda Tobelo Dalam menjalankan tugas pengibaran bendera, serta kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian dari cerita kemerdekaan yang berlangsung di Sungai Woda.
Hari itu, Sungai Woda menjadi saksi bahwa semangat kemerdekaan telah menjangkau pelosok Halmahera.
Indonesia hadir di pedalaman. Merah Putih berkibar bersama masyarakat Suku Togutil.
Dari Sungai Woda, sebuah pesan sederhana kembali ditegaskan:
“Jauh dari kota, dekat dengan Indonesia.”
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!






