Tobo Safar di Tidore, Wagub Malut Lestarikan Tradisi Sekaligus Tebar Semangat Sportivitas

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE — Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe bersama Ketua TP PKK Maluku Utara Hj. Rusni Sarbin menghadiri tradisi Tobo Safar yang dipusatkan di kawasan Pantai Tugulufa, Kelurahan Tuguwaji, Kecamatan Tidore, Sabtu 25 Juli 2026.

Tradisi yang digelar setiap bulan Safar dalam kalender Islam itu menjadi momentum bagi masyarakat Tidore untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mempererat kebersamaan. Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan Sarbin untuk mengajak masyarakat memulihkan semangat setelah berakhirnya Final Piala Dunia 2026.

Sebagai pendukung Timnas Argentina, Sarbin dan istrinya mengaku menerima dengan lapang dada kekalahan tim favorit mereka dari Spanyol dengan skor 0-1 pada partai final beberapa hari lalu. Kekalahan tersebut, menurutnya, harus disikapi dengan semangat sportivitas.

Baca Juga :  Gubernur Sherly Sampaikan Rancangan KUA-PPAS 2027, Pendapatan Daerah Diproyeksikan Tembus Rp3,4 Triliun

“Tobo Safar merupakan tradisi yang sudah diwariskan para leluhur. Dulu, hampir setiap kampung di Tidore menyelenggarakan tradisi ini setiap memasuki bulan Safar. Masyarakat berkumpul di pantai untuk mandi bersama sebagai simbol menolak bala. Semoga tradisi ini terus kita lestarikan,” kata Sarbin.

Ia juga menepati janjinya untuk ikut batobo apabila Argentina gagal menjadi juara dunia. Tradisi batobo telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Tidore dalam menyemarakkan ajang Piala Dunia. Pendukung tim yang kalah biasanya mandi bersama di laut sebagai simbol penghormatan kepada lawan sekaligus wujud penerimaan atas hasil pertandingan.

Baca Juga :  HJT ke-918, Sultan Husain Sjah Tegaskan Tidore sebagai Warisan Peradaban Maritim

Menurut Sarbin, kekalahan dalam pertandingan olahraga tidak semestinya menjadi alasan untuk memelihara perbedaan atau permusuhan. Melalui tradisi batobo, masyarakat diajak melebur rasa kecewa dalam suasana penuh kebersamaan.

“Kalau pendukung Spanyol saja ikut batobo, maka kita semua juga harus ikut. Selain menjadi tradisi, mandi di laut juga baik untuk kesehatan,” ujarnya.

Berita Terkait

Meriam Portugis dan Rumah Gubernur Pertama Irian Barat Jadi Cagar Budaya Nasional
Seminar Budaya Ungkap Makna Ritual Adat Dol Meja, Warisan Kearifan Lokal Masyarakat Sula
Ketua TP PKK Tidore Apresiasi Mahasiswa KKN dan Pemuda Gurabunga Sukses Gelar Porseni 2026
Lomba Tarian Tradisional Kie Raha Sebagai Ajang Pelestarian Budaya di Kota Tidore
Tradisi Tasyrik Bega, Warisan Leluhur yang Terus Menyatukan Generasi
Ketua DPRD Tidore Dukung Bahasa Tidore Masuk Kurikulum, Dinilai Penting Jaga Identitas Daerah
Festival Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara Jadi Ruang Pelestarian Budaya Tidore
Festival Sumkusu III Jadi Ruang Pelestarian Budaya Lokal di Tidore Kepulauan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:55 WIB

Meriam Portugis dan Rumah Gubernur Pertama Irian Barat Jadi Cagar Budaya Nasional

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:13 WIB

Tobo Safar di Tidore, Wagub Malut Lestarikan Tradisi Sekaligus Tebar Semangat Sportivitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:50 WIB

Seminar Budaya Ungkap Makna Ritual Adat Dol Meja, Warisan Kearifan Lokal Masyarakat Sula

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:25 WIB

Ketua TP PKK Tidore Apresiasi Mahasiswa KKN dan Pemuda Gurabunga Sukses Gelar Porseni 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:55 WIB

Lomba Tarian Tradisional Kie Raha Sebagai Ajang Pelestarian Budaya di Kota Tidore

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:30 WIB

Tradisi Tasyrik Bega, Warisan Leluhur yang Terus Menyatukan Generasi

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:31 WIB

Ketua DPRD Tidore Dukung Bahasa Tidore Masuk Kurikulum, Dinilai Penting Jaga Identitas Daerah

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Festival Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara Jadi Ruang Pelestarian Budaya Tidore

Berita Terbaru