Semarakkan Kebudayaan, Kesultanan Ternate Hadirkan Legu Tara No Ate

- Jurnalis

Sabtu, 30 Desember 2023 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sultan Ternate, Hidayatullah Syah saat menyerahkan bendera kegiatan Legu Taranoate pada ketua panitia, Syarif Abdullah.

Sultan Ternate, Hidayatullah Syah saat menyerahkan bendera kegiatan Legu Taranoate pada ketua panitia, Syarif Abdullah.

MARASAI.id –  Kesultanan Ternate bakal menggelar pesta rakyat dengan nama Legu Tara Noate, hal ini untuk menghidupkan kembali event kebudayaan di Kota Ternate setelah kegiatan rutin tahunan Legu Gam tak lagi dilaksanakan selama dua tahun terakhir.

Untuk melaksanakan event tersebut, Sultan Ternate Hidayatullah Syah kemudian mengukuhkan panitia pelaksana Legu Tara No Ate tahun 2024 yang berlangsung di Kedaton Kesultanan Ternate, Sabtu (30/12/2023).

“Sebenarnya ini perlehata budaya dalam rangka kita melaksanakan perintah undang-undang pemajuan kebudayaan, Kebetulan dulu ayah pernah buat Legu Gam yang bertepatan dengan hari ulang tahun beliau, namun kemudian ada persoalan maka saya mengambil kebijakan untuk meniadakan dan mengganti secara umum menjadi Legu Tara No Ate,” kata Sultan.

Menurutnya, kegiatan ini dikonsepkan agak berbeda dengan Legu Gam yang biasanya dilaksanakan di Lapangan Salero di depan Kadaton Kesultanan Ternate, akan tetapi kali ini dilaksanakan di wilayah Ternate Selatan.

“Kenapa harus di selatan, karena selama ini yang kami lihat slogan-slogan kota budaya itu ternyata tidak terlihat bahkan ada upaya membatasi budaya itu seolah-olah hanya Utara ke atas sampai di Pulau. Padahal keliru, Kota Ternate seluruhnya kota budaya dan orang yang menetap di Ternate ada orang yang berbudaya Ternate sebagaimana leluhur kita yang datang dari Jawa, Makassar, Cina dari Bugis ratusan tahun lalu dan Minangkabau bahkan menjadi warga adat di pulau Makean,” jelasnya.

Baca Juga :  Direktur Pembangunan Indonesia Timur Bappenas Kunjungi Tidore, Bahas Pembangunan Kawasan Ibu Kota Sofifi

Sultan Ternate ke-49 ini menjelaskan, keputusan itu berdasarkan bukti bahwa ada akulturasi yang harmonis dan tidak ada perbedaan antara umat manusia di Maluku Utara khususnya di Kota Ternate yang dilihat hanya manusianya ansih.

“Itulah adat Ternate, melihat manusia tanpa melihat latar belakangnya karena itu kita berupaya untuk bagaimana menciptakan kota ini menjadi kota budaya maka tidak bisa tidak kegiatan kebudayaan harus juga dilaksanakan di Ternate Selatan,” ungkapnya.

Dirinya berharap kegiatan ini bisa merangkul semua etnis yang ada di Kota Ternate untuk bersama sama memajukan daerah.

“Karena itu, ini merupakan PR buat panitia harus merangkul seluruh potensi budaya yang ada di Kota Ternate untuk dijadikan budaya Ternate masa depan, ini idealisme kenapa kita harus melaksanakan melanjutkan kegiatan kebudayaan di Kota Ternate setiap tahun dan insya Allah tahun muka panitia bersama perangkat bisa menghadap Menteri pariwisata untuk menjadikan Legu Tara No Ate sebagai agenda nasional, itu yang diharapkan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Legu Taranoate Syarif Abdullah mengucapkan terimakasih kepada pihak kesultanan khususnya Sultan Ternate atas kepercayaan yang diberikan kepada  untuk mengelola satu event besar yang nomenklaturnya sudah dirubah di tahun 2024 itu menjadi Legu Tara No Ate.

Baca Juga :  Saluma” Menggema dari Tidore, Dorong Kreativitas Anak Muda dan Pelestarian Budaya

“Kami prinsipnya menyambut baik dan menjaga kepercayaan yang sudah diberikan kepada kami, jadi ada 5 kelurahan yang sudah dilibatkan dalam struktur kepanitiaan itu Mangga Dua, Bastiong Talangame, Bastiong Karance, Toboko dan Kota Baru,” ungkap Syarif yang juga Ketua Pemuda Kelurahan Mangga Dua ini.

Menurutnya, setelah dikukuhkan ini pihaknya bersama dengan panitia akan berembuk untuk merancang sejumlah kegiatan yang akan dihadirkan pada event tersebut.

“Insya Allah kegiatan ini akan dilaksanakan pada Bulan Juli 2024 bertepatan dengan Haul almarhum Sultan Mudaffar Syah,” ungkapnya.

Untuk kegiatan yang akan dilaksanakan, Syarif menyebutkan ada 3 kegiatan adat yang wajib  dilaksanakan yakni Kololi Kie, Feri Kie  dan ziarah, sementara kegiatan lainnya yang berbasis kebudayaan masih dibicarakan di internal panitia, bahkan dirancang satu kegiatan yang dapat memecahkan rekor MURI.

“Setelah ini masih ada kegiatan lanjutan dan kami akan tetap merangkaikan beberapa kegiatan yang bisa diundang dari pihak-pihak luar serta ada empat kesultanan di Maluku Kie Raha dan kami tetap mengundang mereka untuk memberikan kontribusi karena bicara kesultanan tidak terlepas dari empat kesultanan,” jelasnya.

Diketahui, kegiatan ini mendapat sambutan dari masyarakat di 5 kelurahan yang siap melaksanakan dan menyukseskan kegiatan ini, serta mendapatkan dukungan para  akademisi dari Universitas Khairun Ternate, IAIN Ternate dan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara.

Berita Terkait

Promosikan “Harta Karun Nasional”, Wakil Wali Kota Ahmad Laiman Paparkan Potensi Wisata Tidore di Jakarta
Kartini Masa Kini di Tidore: Lomba Kebaya Nasional Jadi Ajang Inspirasi dan Pemberdayaan Perempuan
Festival Budaya Sumkusu III Resmi Dibuka, Dorong Pelestarian Budaya dan Solidaritas Warga
Dabus Akbar V di Tidore Perkuat Nilai Religius dan Persatuan Masyarakat
HJT ke-918, Sultan Husain Sjah Tegaskan Tidore sebagai Warisan Peradaban Maritim
Saluma” Menggema dari Tidore, Dorong Kreativitas Anak Muda dan Pelestarian Budaya
Lufu Kie Meriahkan HJT ke-918, Pemkot Tidore Ikuti Ritual Keliling Pulau dengan Armada Juanga
HJT ke-918 Tidore Digelar 12 April, Sejumlah Ritual Adat Alami Penyesuaian
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 19:20 WIB

Promosikan “Harta Karun Nasional”, Wakil Wali Kota Ahmad Laiman Paparkan Potensi Wisata Tidore di Jakarta

Minggu, 19 April 2026 - 07:10 WIB

Festival Budaya Sumkusu III Resmi Dibuka, Dorong Pelestarian Budaya dan Solidaritas Warga

Sabtu, 18 April 2026 - 08:20 WIB

Dabus Akbar V di Tidore Perkuat Nilai Religius dan Persatuan Masyarakat

Minggu, 12 April 2026 - 10:21 WIB

HJT ke-918, Sultan Husain Sjah Tegaskan Tidore sebagai Warisan Peradaban Maritim

Jumat, 10 April 2026 - 10:31 WIB

Saluma” Menggema dari Tidore, Dorong Kreativitas Anak Muda dan Pelestarian Budaya

Kamis, 9 April 2026 - 10:41 WIB

Lufu Kie Meriahkan HJT ke-918, Pemkot Tidore Ikuti Ritual Keliling Pulau dengan Armada Juanga

Sabtu, 4 April 2026 - 18:53 WIB

HJT ke-918 Tidore Digelar 12 April, Sejumlah Ritual Adat Alami Penyesuaian

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:48 WIB

Ratusan Warga Bukulasa Ikuti Pawai Obor “Nyala Ela-Ela” yang Digelar IPPB

Berita Terbaru