Lomba Tarian Tradisional Kie Raha Sebagai Ajang Pelestarian Budaya di Kota Tidore

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, secara resmi membuka Lomba Tarian Tradisional Kie Raha yang digelar Sanggar Seni Rau Parada di Open Space Tidore, Sabtu (11/7/2026) malam.

Dalam sambutannya, Ahmad Laiman mengatakan pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama di tengah derasnya perkembangan zaman. Karena itu, kegiatan seni budaya seperti lomba tari tradisional harus terus didorong sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

“Melalui kegiatan ini, para penari tidak hanya menampilkan kemampuan terbaiknya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya yang dimiliki Maluku Utara agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang,” kata Ahmad Laiman.

Atas nama Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, ia menyampaikan apresiasi kepada Sanggar Seni Rau Parada sebagai penyelenggara yang dinilai konsisten menjaga eksistensi seni tari tradisional.

Baca Juga :  Ahmad Laiman: Efisiensi dan Perencanaan Jadi Kunci Hadapi Tekanan Anggaran Daerah

Menurutnya, lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antarsanggar seni serta sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan seni tari tradisional.

Ahmad Laiman mengatakan tema Tarian Tradisional Kie Raha menjadi inspirasi untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang di Maluku Utara. Lebih dari itu, setiap penampilan diharapkan mampu menumbuhkan semangat masyarakat untuk terus mencintai, menjaga, dan mengembangkan seni budaya sebagai identitas daerah.

“Yang terpenting dari kegiatan ini adalah lahirnya semangat untuk terus menjaga, mencintai, dan mengembangkan seni budaya sebagai bagian dari identitas daerah,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar tampil percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, serta saling menghormati selama perlombaan berlangsung.

Menurutnya, setiap penampilan merupakan kontribusi nyata dalam upaya melestarikan budaya bangsa, sehingga pengalaman mengikuti lomba diharapkan menjadi motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi di bidang seni tari.

Baca Juga :  Seminar Budaya Ungkap Makna Ritual Adat Dol Meja, Warisan Kearifan Lokal Masyarakat Sula

“Kami mengucapkan selamat berlomba kepada seluruh peserta. Tampilkan karya terbaik, berikan penampilan yang membanggakan, dan jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk terus menghidupkan seni tari di tengah masyarakat,” katanya.

Lomba Tarian Tradisional Kie Raha diselenggarakan oleh Sanggar Seni Rau Parada sebagai bagian dari upaya pelestarian seni dan budaya daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI Maluku Utara, Muhammad Tang, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Ade Kama, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Tidore Kepulauan Ny. Nuraen Ismail Rukomalamo, para Asisten Sekretaris Daerah, Staf Ahli Wali Kota, pimpinan organisasi perangkat daerah, camat, lurah se-Kecamatan Tidore, aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), serta masyarakat Kota Tidore Kepulauan.(*)

Berita Terkait

Meriam Portugis dan Rumah Gubernur Pertama Irian Barat Jadi Cagar Budaya Nasional
Tobo Safar di Tidore, Wagub Malut Lestarikan Tradisi Sekaligus Tebar Semangat Sportivitas
Seminar Budaya Ungkap Makna Ritual Adat Dol Meja, Warisan Kearifan Lokal Masyarakat Sula
Ketua TP PKK Tidore Apresiasi Mahasiswa KKN dan Pemuda Gurabunga Sukses Gelar Porseni 2026
Tradisi Tasyrik Bega, Warisan Leluhur yang Terus Menyatukan Generasi
Ketua DPRD Tidore Dukung Bahasa Tidore Masuk Kurikulum, Dinilai Penting Jaga Identitas Daerah
Festival Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara Jadi Ruang Pelestarian Budaya Tidore
Festival Sumkusu III Jadi Ruang Pelestarian Budaya Lokal di Tidore Kepulauan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:55 WIB

Meriam Portugis dan Rumah Gubernur Pertama Irian Barat Jadi Cagar Budaya Nasional

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:13 WIB

Tobo Safar di Tidore, Wagub Malut Lestarikan Tradisi Sekaligus Tebar Semangat Sportivitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:50 WIB

Seminar Budaya Ungkap Makna Ritual Adat Dol Meja, Warisan Kearifan Lokal Masyarakat Sula

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:25 WIB

Ketua TP PKK Tidore Apresiasi Mahasiswa KKN dan Pemuda Gurabunga Sukses Gelar Porseni 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:55 WIB

Lomba Tarian Tradisional Kie Raha Sebagai Ajang Pelestarian Budaya di Kota Tidore

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:30 WIB

Tradisi Tasyrik Bega, Warisan Leluhur yang Terus Menyatukan Generasi

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:31 WIB

Ketua DPRD Tidore Dukung Bahasa Tidore Masuk Kurikulum, Dinilai Penting Jaga Identitas Daerah

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Festival Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara Jadi Ruang Pelestarian Budaya Tidore

Berita Terbaru