SOFIFI – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menyoroti sejumlah proyek bangunan mangkrak di lingkungan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Maluku Utara.
Proyek-proyek tersebut dibangun menggunakan anggaran tahun 2023 dengan total nilai mencapai Rp49.871.676.162,13.
Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor BPKAD, Kamis (28/8/2025), Wagub tampak heran melihat sejumlah bangunan tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Salah satunya musholla yang hampir selesai dibangun namun belum dipakai.
“Kenapa musholla ini belum dipakai, padahal sudah bisa digunakan untuk sholat,” tanyanya kepada pejabat yang mendampingi.
Selain musholla, mata Wagub juga tertuju pada bangunan serbaguna dan asrama pegawai yang dibiarkan terbengkalai hingga ditumbuhi rumput liar. Kondisi ini semakin mempertegas dugaan adanya persoalan dalam pengelolaan proyek.
Diketahui, pada tahun 2023 BPKAD di bawah kendali Ahmad Purbaya menggelontorkan anggaran fantastis untuk pembangunan, di antaranya:
Pembangunan Kantin BPKAD – Rp1,2 miliar
Pembangunan Rumah Pejabat Pemerintah – Rp1,8 miliar
Pembangunan Pos Jaga dan ATM – Rp293 juta
Pembangunan Musholla – Rp3,5 miliar
Pembangunan Gedung Serbaguna – Rp9,4 miliar
Pembangunan Gedung Asrama – Rp28,1 miliar
Penataan Landscape Area Depan – Rp1,7 miliar
Pengawasan proyek asrama, serbaguna, dan musholla – Rp1,3 miliar
Belanja jasa konsultasi perencanaan arsitektur – Rp2,2 miliar
Menanggapi kondisi itu, Wagub menegaskan akan segera memanggil Ahmad Purbaya untuk dimintai penjelasan.
“Kita akan segera panggil yang bersangkutan karena proyek yang menghabiskan puluhan miliar itu tidak selesai dibangun,” tegasnya.






