Abubakar Abdullah : Malam Ela-ela Tradisi Syarat Nilai

- Jurnalis

Senin, 8 April 2024 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh muda NU, Abubakar Abdullah saat mendampingi Sultan Ternate Hidayat Syah pada perayaan malam ela-ela di Kelurahan Mangga Dua.

Tokoh muda NU, Abubakar Abdullah saat mendampingi Sultan Ternate Hidayat Syah pada perayaan malam ela-ela di Kelurahan Mangga Dua.

MARASAI.id – Ada yang beda dengan tradisi Malam Ela-ela atau malam ke-27 Bulan Ramadhan di Kota Ternate pada tahun ini, kerana selain dilaksanakan di pandopo Kesultanan Ternate, pernyataan secara besar-besaran juga dilakukan beberapa kelurahan dalam Kota Ternate, termasuk Kelurahan Mangga Dua.

Hal ini merupakan insiatif para komunitas pemuda juga pemerintah setempat, untuk menggelar kegiatan pawai obor, yang dihadiri langsung oleh Sultan Ternate, Hidayat  Syah dan mendapat sambutan antusias warga kota, pada Minggu malam (7/4/2024).

Tokoh muda Abubakar Abdullah ketika diwawancarai saat mendampingi Jou Sultan Ternate, Hidayat Syah pada Acara malam Ela-Ela di Kelurahan Mangga Dua menuturkan, ini tradisi yang perlu terus disemangati untuk selalu dihidupkan.

Malam ela-ela ini barangkali satu-satunya tradisi di nusantara, yang masih ada dan bertahan di Ternate. Inilah tradisi yang mengawinkan nilai-nilai Islam di bulan Ramadhan dengan tradisi lokal Ternate.

“Saya menikmatinya dengan penuh syahdu, bagaimana getah damar dinyalakan, dengan batang pisang sebagai pilar, menyeruak aroma mewangi. Ini gambaran betapa para  Sultan Ternate, perangkat adat dulu, dan auliyaa di masa lalu, di mana tingkat makrifatnya sangat tinggi, mengilustrasi “cahaya nur” dengan ela-ela, ” ungapnya.

Baca Juga :  Peduli Masyarakat Pulau Obi, Harita Nickel Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Menurutnya, tradisi syarat makna ini merupakan ilustrasi sederhana yang bermakna sangat luar biasa. Selain itu ela-ela tidak hanya dinyalakan, tapi juga diarak keliling kampung atau disebut kololi gam.

“Hal ini memberi pesan-pesan keselamatan dan kedamaian bagi seantero negeri. Bagi yang orang berpuasa, malam ela-ela adalah penanda bahwa bulan ramadhan sebentar lagi berpisah dengan kita” ujarnya.

Abubakar yang juga tokoh muda NU Maluku Utara ini melanjutkan, tradisi Islam seperti malam ela-ela, yang terus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya oleh Sultan Ternate harus mendapat dukungan yang maksimal oleh semua pihak. Tidak hanya warga tetapi juga pemerintah.

Kesultanan tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri melestarikan tradisi. Kita semua bergandeng tangan, di tahun- tahun yang akan datang, ritual malam ela-ela harus dibuat secara kolosal dan masif, melibatkan semua pihak sampai di tingkat paling bawah. Karena ini adalah modal pembangunan, dan menjadi daya tarik serta perhatian.

Baca Juga :  Pemkab Halbar Raih KLA 2023 Kategori Utama

“Saya menaruh respek kepada Kesultanan Ternate, dalam hal ini kepada yang mulia Sri Sultan Ternate, Hidayat Mudaffar Syah, yang terus berbuat terbaik bagi kemuliaan negeri ini. Karena ritual malam ela-ela yang di juga dirangkaikan dengan tabligh akbar ela-ela oleh Habib Abubakar bin Hasan Al Attas Azzabidi, Jo Mufti kesultanan Ternate di pendopo kesultanan Ternate. Saya juga sangat apresiatif kepada kelompok pemuda di beberapa kelurahan seperti di Dufa-Dufa dan Mangga Dua, dan kelurahan lainnya, menginisiasi semarak malam ela-ela. Ini pertanda warisan tradisi berisi anjuran moral dan spritual insya Allah akan selalu terjaga. Kita semua berdoa semoga keselamatan dan kedamaian senantiasa melimpahi negeri elok yang sangat dicintai ini. Ela-ela pake jam-jam to, suba jou, ” tutupnya.

Berita Terkait

Polda Malut Bangun Akses Pelosok Lewat Program Jembatan Merah Putih Presisi
Wagub Malut Respons Keluhan Sopir soal Solar Subsidi, Pemprov Siapkan Koordinasi dengan Pertamina
Pemprov Malut Dukung Penyerahan Remisi Umum bagi 790 Warga Binaan
Satu Panggung Seribu Talenta, Cara Anak Muda Malut Rayakan Kemerdekaan Lewat Seni
Peletakan Batu Pertama Masjid Nurul Fasyah Takome Digelar, Pemprov Malut Siap Dukung Pembangunan
Wagub Sarbin Sehe dan PT Pupuk Indonesia Bahas Perbaikan Distribusi Pupuk Bersubsidi hingga Digitalisasi Penyaluran
Gubernur Sherly Sampaikan Rancangan KUA-PPAS 2027, Pendapatan Daerah Diproyeksikan Tembus Rp3,4 Triliun
Gubernur Sherly Tinjau Persiapan Sanggar Baskara Tampil di Istana Negara pada HUT Ke-81 RI
Berita ini 292 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:09 WIB

Polda Malut Bangun Akses Pelosok Lewat Program Jembatan Merah Putih Presisi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:39 WIB

Wagub Malut Respons Keluhan Sopir soal Solar Subsidi, Pemprov Siapkan Koordinasi dengan Pertamina

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:45 WIB

Satu Panggung Seribu Talenta, Cara Anak Muda Malut Rayakan Kemerdekaan Lewat Seni

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Peletakan Batu Pertama Masjid Nurul Fasyah Takome Digelar, Pemprov Malut Siap Dukung Pembangunan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Wagub Sarbin Sehe dan PT Pupuk Indonesia Bahas Perbaikan Distribusi Pupuk Bersubsidi hingga Digitalisasi Penyaluran

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Gubernur Sherly Sampaikan Rancangan KUA-PPAS 2027, Pendapatan Daerah Diproyeksikan Tembus Rp3,4 Triliun

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Gubernur Sherly Tinjau Persiapan Sanggar Baskara Tampil di Istana Negara pada HUT Ke-81 RI

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Pemprov Maluku Utara Percepat Pembangunan Gudang BULOG untuk Kendalikan Inflasi dan Stabilkan Harga Pangan

Berita Terbaru