MARASAI.id – Bonus demografi Indonesia akan terjadi dalam beberapa dekade ke depan, yang ditandai dengan tingginya angkatan usia kerja yang lebih banyak, sehingga potensi kemajuan ekonomi nasional diprediksi akan meningkat secara signifikan.
Namun, untuk mewujudkan hal ini diperlukan kesiapan yang matang oleh pemerintah untuk membina generasi muda angkatan kerja masa depan dengan kecakapan yang diperlukan industri.
Hal ini menjadi perhatian dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Marwan Polisiri yang gencar turun ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk penguatan kelembagaan Bursa Kerja Khusus (BKK).
“Pada kegiatan workshop yang dilaksanakan di SMK Negeri 5 Kota Tidore Kepulauan ini saya paparkan terkait dengan isu-isu pasar kerja, landasan hukum aturan ketenagakerjaan dan bagaimana persyaratan menjadi sekolah BKK,” ungkap Marwan.
Menurutnya, isu ketenagakerjaan seperti masuknya digitalisasi di era industri 4.0 menjadi tantangan tersendiri, sehingga ketrampilan dan kemampuan menyesuaikan dengan perubahan zaman perlu dilakukan.
“Kuncinya ada pada sikap adaptif dan kolaboratif, tentunya dengan dengan ketrampilan yang mumpuni sehingga generasi muda kita mampu masuk dalam industri 4.0,” ucapnya.
Selain itu, mantan Kepala Bappeda Kota Tidore Kepulauan ini juga memaparkan sejumlah regulasi yang mendukung tumbuh kembangnya dan perlindungan ketenagakerjaan.
“Pemerintah sebagai pembuat regulasi tentu memperhatikan dan mementingkan aspek-aspek yang mendukung tenaga kerja Indonesia,” jelasnya.
Dia berharap, dengan BKK ini makin banyak sekolah yang dapat menjadi pusat keunggulan dalam menyiapkan generasi muda yang siap bersaing dan mengambil peran dalam industri masa depan.
“Hari ini SMK Negeri 5 Kota Tidore sudah memulai, kita harapkan sekolah kejuruan lainnya dapat segera membentuk BKK,” harapnya.






