TIDORE – Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) Tidore resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026. Pembukaan berlangsung di Aula Unibrah, Kamis (27/8/2026), dengan menekankan pentingnya membangun karakter, kejujuran, dan kredibilitas mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor Universitas Bumi Hijrah Tidore, Sarbaini A. Karim, yang sekaligus memberikan sambutan kepada mahasiswa baru.
Dalam sambutannya, Sarbaini mengatakan, perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi saat ini telah membuat pengetahuan dapat diakses dengan sangat mudah. Mahasiswa tidak lagi hanya bergantung pada ruang kelas maupun buku untuk memperoleh informasi dan pengetahuan.
Namun, menurutnya, kemudahan mengakses informasi tidak secara otomatis menjadikan seseorang sebagai manusia yang memiliki karakter, kejujuran, maupun kredibilitas.
“Di era keterbukaan informasi dan teknologi seperti sekarang ini, semua orang bisa dengan mudah mengakses pengetahuan. Tetapi proses untuk menjadi manusia yang jujur dan memiliki kredibilitas, lembaga pendidikanlah yang menjadi tempatnya,” ujar Sarbaini.
Ia menjelaskan, perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak mahasiswa yang memiliki kemampuan intelektual dan kompetensi sesuai bidang keilmuannya. Lebih dari itu, pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab membentuk manusia yang memiliki integritas serta mampu mempertanggungjawabkan ilmu dan keahlian yang dimilikinya.
Sarbaini menilai, kecerdasan tanpa kejujuran dapat kehilangan makna. Sebab, dalam kehidupan nyata, seseorang tidak hanya diukur dari seberapa tinggi pengetahuannya, tetapi juga dari bagaimana ia menggunakan pengetahuan tersebut secara bertanggung jawab.
“Orang yang sukses, bagaimanapun juga, dia memerlukan kejujuran dalam dirinya. Karena kepintaran saja tidak cukup. Kredibilitas, integritas dan kejujuran adalah modal yang akan menentukan seseorang dapat dipercaya dan bertahan dalam perjalanan hidupnya,” tegasnya.
Menurut Sarbaini, mahasiswa harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai instrumen untuk meningkatkan kapasitas diri, bukan justru menjadikannya sebagai jalan pintas dalam proses belajar.
“Gunakan teknologi untuk memperluas pengetahuan, tetapi jangan sampai teknologi menggantikan proses pembentukan diri. Karena menjadi manusia yang berkarakter, jujur dan memiliki tanggung jawab membutuhkan proses,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia PKKMB Unibrah Tahun 2026, Suratman S. Naim, mengatakan PKKMB merupakan kegiatan penting sebagai sarana bagi pimpinan perguruan tinggi untuk menyambut sekaligus membekali mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan kampus.
PKKMB Unibrah Tahun 2026 mengusung tema “Peningkatan Kualitas Diri Mahasiswa yang Adaptif, Kolaboratif, dan Solutif sebagai Insan Akademis yang Berdaya Saing dan Berdampak bagi Masyarakat.”
Suratman menjelaskan, tema tersebut tidak hanya diarahkan pada pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga diimplementasikan melalui aksi nyata mahasiswa di lingkungan masyarakat yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas dan HMJ atau Himapro.
“PKKMB ini tidak hanya mengenalkan mahasiswa dengan lingkungan kampus, tetapi juga mendorong mereka untuk memahami bahwa ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi harus memiliki manfaat dan dampak bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menyebutkan, secara umum PKKMB bertujuan memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus dan sistem pendidikan di perguruan tinggi.
Pembekalan tersebut mencakup penanaman kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat berdasarkan empat konsensus dasar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan sistem pembelajaran dan kehidupan kampus berdasarkan Tridharma Perguruan Tinggi, nilai kebebasan akademik, etika dan budaya akademik, hingga pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja serta menjaga lingkungan kampus.
Selain itu, mahasiswa baru diberikan pemahaman mengenai kiat sukses dalam belajar dan mengembangkan diri melalui praktik berorganisasi maupun kegiatan yang mendorong prestasi.
Pelaksanaan PKKMB Unibrah Tahun 2026 berlangsung selama empat hari. Kegiatan diawali dengan pra-PKKMB pada 26 Agustus 2026, sedangkan kegiatan inti berlangsung pada 27 hingga 29 Agustus 2026.
Dari total 101 mahasiswa baru jalur reguler yang dinyatakan lulus pada gelombang pertama, kedua dan ketiga, sebanyak 93 mahasiswa terdaftar berdasarkan hasil verifikasi sebagai peserta PKKMB Tahun 2026.
Puluhan mahasiswa baru tersebut tersebar di empat fakultas dan 12 program studi di Universitas Bumi Hijrah Tidore.
Dia berharap pelaksanaan PKKMB dapat menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan perkuliahan yang menuntut kemandirian, kedewasaan, kemampuan beradaptasi dan tanggung jawab.
“Kami berharap mahasiswa baru dapat lebih siap menghadapi transisi menuju kehidupan perkuliahan, mempercepat proses adaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial yang baru, serta mampu mengembangkan diri menjadi insan akademis yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.






