HMI Desak Bupati Evaluasi Kabag Kesra Terkait Proyek Masjid Mangkrak di Pas Ipa

- Jurnalis

Sabtu, 28 Juni 2025 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua HMI Cabang Sanana, Fauzan Tidore. (Dokumentasi: Istimewa)

Ketua HMI Cabang Sanana, Fauzan Tidore. (Dokumentasi: Istimewa)

SANANA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana angkat suara terkait proyek pembangunan Masjid Desa Pas Ipa, Kecamatan Mangoli Barat, yang dikabarkan mangkrak dan belum menunjukkan progres berarti.

Ketua HMI Cabang Sanana, Fauzan Tidore, menyampaikan kekecewaannya atas keterlambatan pekerjaan proyek rumah ibadah tersebut. Ia menilai proyek itu tidak berjalan sesuai dengan spesifikasi dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), sehingga mengalami kemandekan.

“Atas nama HMI Cabang Sanana, kami kecewa karena proyek pembangunan masjid ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kami mendesak Bupati segera melakukan evaluasi, bahkan bila perlu mengganti Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Idham Umamit,” ujar Fauzan kepada marasai.id, Sabtu (28/6/2025).

Baca Juga :  Gunung Ibu Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Capai 1.000 Meter

Menurut Fauzan, mangkraknya proyek pembangunan masjid tersebut merupakan bentuk kegagalan dalam pengawasan dan koordinasi oleh Bagian Kesra.

“Kabag Kesra bertanggung jawab penuh memastikan kelancaran proyek. Jika masjid terbengkalai, maka ini bentuk kelalaian yang merugikan masyarakat Desa Pas Ipa yang sangat membutuhkan fasilitas ibadah,” tegasnya.

HMI Cabang Sanana juga meminta Bupati agar merespons tuntutan tersebut secara serius dan mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan masalah ini. Mereka menuntut adanya transparansi dalam proses evaluasi serta pengambilan keputusan terhadap jabatan Kabag Kesra.

Baca Juga :  Pemkab Pulau Morotai Dinilai Ingkar Janji, Hak ASN dan Gaji P3K Belum Dibayarkan

“Kami tegaskan, tidak ada pengawasan dari Kabag Kesra, sehingga proyek ini mandek. Maka, sekali lagi kami minta Ibu Bupati segera mengganti Kabag Kesra,” tutup Fauzan.

Sebagai informasi, proyek pembangunan Masjid Desa Pas Ipa dikerjakan oleh CV. Bintang Barat Perkasa dengan nilai kontrak sebesar Rp 626.814.686 yang bersumber dari APBD Tahun 2024. Proyek ini dimulai sejak penandatanganan kontrak pada 8 Agustus 2024, namun hingga pertengahan 2025, belum menunjukkan progres yang signifikan.

Berita Terkait

Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak
Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia
GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi
Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu
Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:53 WIB

Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:51 WIB

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:07 WIB

GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:08 WIB

Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu

Rabu, 22 April 2026 - 15:50 WIB

Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan

Berita Terbaru