SANANA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana angkat suara terkait proyek pembangunan Masjid Desa Pas Ipa, Kecamatan Mangoli Barat, yang dikabarkan mangkrak dan belum menunjukkan progres berarti.
Ketua HMI Cabang Sanana, Fauzan Tidore, menyampaikan kekecewaannya atas keterlambatan pekerjaan proyek rumah ibadah tersebut. Ia menilai proyek itu tidak berjalan sesuai dengan spesifikasi dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), sehingga mengalami kemandekan.
“Atas nama HMI Cabang Sanana, kami kecewa karena proyek pembangunan masjid ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kami mendesak Bupati segera melakukan evaluasi, bahkan bila perlu mengganti Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Idham Umamit,” ujar Fauzan kepada marasai.id, Sabtu (28/6/2025).
Menurut Fauzan, mangkraknya proyek pembangunan masjid tersebut merupakan bentuk kegagalan dalam pengawasan dan koordinasi oleh Bagian Kesra.
“Kabag Kesra bertanggung jawab penuh memastikan kelancaran proyek. Jika masjid terbengkalai, maka ini bentuk kelalaian yang merugikan masyarakat Desa Pas Ipa yang sangat membutuhkan fasilitas ibadah,” tegasnya.
HMI Cabang Sanana juga meminta Bupati agar merespons tuntutan tersebut secara serius dan mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan masalah ini. Mereka menuntut adanya transparansi dalam proses evaluasi serta pengambilan keputusan terhadap jabatan Kabag Kesra.
“Kami tegaskan, tidak ada pengawasan dari Kabag Kesra, sehingga proyek ini mandek. Maka, sekali lagi kami minta Ibu Bupati segera mengganti Kabag Kesra,” tutup Fauzan.
Sebagai informasi, proyek pembangunan Masjid Desa Pas Ipa dikerjakan oleh CV. Bintang Barat Perkasa dengan nilai kontrak sebesar Rp 626.814.686 yang bersumber dari APBD Tahun 2024. Proyek ini dimulai sejak penandatanganan kontrak pada 8 Agustus 2024, namun hingga pertengahan 2025, belum menunjukkan progres yang signifikan.






