MARASAI.iD – Proyek pembangunan jembatan di SP3 Desa Morodadi, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menjadi sorotan publik akibat progres pengerjaan yang lambat hingga Januari 2025.
Proyek yang dimenangkan oleh CV Ariya Duta Perkasa pada 14 Mei 2024 dengan nilai kontrak mencapai Rp900 juta ini belum menunjukkan perkembangan yang memadai meski waktu pekerjaan sudah cukup lama.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa progres pengerjaan baru sebatas pengecoran bentangan dan fondasi jembatan, sementara lantai jembatan belum dikerjakan sama sekali.

Seorang staf Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Pulau Morotai yang ditemui di lokasi menjelaskan bahwa proyek ini telah mendapatkan adendum waktu selama 50 hari. Dengan perpanjangan tersebut, target penyelesaian kini ditetapkan pada 9 Februari 2025.
“Adendum 50 hari kerja ini membuat target penyelesaian bergeser ke tanggal 9 Februari 2025,” jelasnya.
Keterlambatan proyek ini, menurutnya, disebabkan oleh kondisi force majeure berupa banjir yang melanda lokasi proyek selama hampir satu bulan.
“Pekerjaan sempat tertunda hampir satu bulan karena banjir. Oleh karena itu, pihak pelaksana meminta tambahan waktu,” tambahnya.
Meski demikian, lambannya pengerjaan proyek bernilai hampir Rp1 miliar ini memicu kekhawatiran warga. Mereka berharap jembatan segera selesai agar mobilitas dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Sementara itu, Kepala Dinas PU-PR Pulau Morotai, Hairil Hi. Hukum, belum memberikan tanggapan atas masalah ini. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak membuahkan hasil, dan pesan yang dikirim hanya terlihat tercentang satu, memunculkan dugaan bahwa nomor kontak wartawan telah diblokir.
Warga setempat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera memberikan solusi agar proyek ini dapat dirampungkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Penulis : Maulud Rasai
Editor : Ong






