Tak Kunjung Disalurkan, Petani Sangowo Timur Pertanyakan Dana Program Ketahanan Pangan

- Jurnalis

Selasa, 7 Januari 2025 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program ketahan pangan desa.

Program ketahan pangan desa.

MARASAI.iD — Petani di Desa Sangowo Timur, Kabupaten Pulau Morotai, mengeluhkan belum tersalurkannya program Ketahanan Pangan (KETAPANG) yang dianggarkan melalui dana desa sejak Mei 2024. Hingga saat ini, bantuan tersebut belum juga diterima oleh petani setempat.

Berdasarkan hasil koordinasi antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dengan Pemerintah Desa Sangowo Timur, diketahui bahwa anggaran sebesar Rp34.000.000 sudah dicairkan sejak Mei 2024 melalui dana desa.

Salah satu perwakilan pemerintah desa berinisial LS mengungkapkan bahwa persoalan ini muncul karena kurangnya koordinasi antara DPMD dan pihak desa. Menurutnya, jika koordinasi berjalan baik, masalah ini tidak akan terjadi.

Baca Juga :   "Sofifi Rumah Kita" Hanya Pemanis Bibir, Realisasi Jauh Panggang dari Api

“Anggaran ini sudah dicairkan, namun hingga kini belum ada realisasi. Jika DPMD melakukan koordinasi yang baik dengan kami, maka dana ini pasti sudah dimanfaatkan dengan benar. Kami heran, mengapa desa lain bisa langsung membelanjakan anggaran tersebut, sedangkan Desa Sangowo Timur justru menghadapi kendala ini,” ujar LS.

Baca Juga :  Wagub Malut Sidak Sejumlah OPD, Kantor Sepi dan Kepala Dinas Tak Ada

LS juga menyoroti peran kontraktor yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program ini. Hingga saat ini, pihak kontraktor tidak dapat dihubungi untuk dimintai kejelasan terkait keterlambatan penyaluran bantuan.

Pemerintah desa berharap DPMD dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan ini agar bantuan ketahanan pangan dapat segera dinikmati oleh para petani di Desa Sangowo Timur.

 

 

Penulis : Aby

Editor : Ong

Berita Terkait

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia
GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi
Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu
Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:51 WIB

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:07 WIB

GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:08 WIB

Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu

Senin, 19 Januari 2026 - 06:54 WIB

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:50 WIB

Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:59 WIB

Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat

Berita Terbaru