Fantastis, OPD Pimpinan Ahmad Purbaya Miliki Pagu Anggaran Rp 428 Miliar Lebih: Pemborosan atau Kebutuhan?

- Jurnalis

Senin, 9 September 2024 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor BPKAD Provinsi Maluku Utara. (Foto: Raider)

Kantor BPKAD Provinsi Maluku Utara. (Foto: Raider)

MARASAI.iD — Di tengah kondisi keuangan pemerintah daerah Provinsi Maluku Utara yang sedang kritis, dengan tumpukan utang yang belum terselesaikan, namun Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengelola anggaran yang cukup fantastis untuk ukuran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengurusi administasi keuangan dan aset daerah.

Data yang dihimpun MARASAI.iD menemukan OPD di bawah kepemimpinan Ahmad Purbaya, BPKAD kini mengelola anggaran yang mencengangkan sebesar Rp 428.817.067.764, atau hampir Rp 429 miliar, untuk tahun 2024. Anggaran ini telah dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) anggaran perubahan.

Baca Juga :  FSPIM KPBI Gelar Aksi di PT IWIP, Soroti Dugaan Union Busting dan Perselisihan Upah

Namun, lebih mengejutkan lagi adalah fakta bahwa anggaran BPKAD sebelum perubahan justru mencapai Rp 580.599.375.426, atau setengah triliun lebih. Anggaran sebesar ini mengalami refocusing sebesar Rp 151.782.307.662, yang terpaksa dilakukan dalam skema APBD perubahan. Meski demikian, angka yang tersisa masih tergolong sangat besar untuk sebuah lembaga yang tugas utamanya adalah mengurus administrasi keuangan dan pengelolaan aset daerah.

Dengan adanya angka anggaran yang mencapai lebih dari Rp 428 miliar ini, sejumlah pertanyaan mendasar muncul: Apakah anggaran sebesar ini mencerminkan efisiensi dan peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan daerah, ataukah justru menunjukkan adanya pemborosan yang tidak dapat dibenarkan?

Baca Juga :  Jembatan Love di Pulau Dodola Morotai Rusak Parah, Daya Tarik Wisata Terancam

BPKAD, sebagai lembaga yang memiliki tugas spesifik dan terbatas dalam hal administrasi keuangan, seharusnya memiliki alokasi anggaran yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan sektor-sektor lain seperti pembangunan infrastruktur, kesehatan, atau pendidikan. Namun, dengan anggaran yang sangat besar ini, timbul kekhawatiran serius mengenai rasionalitas dan kebutuhan alokasi dana yang demikian masif.

Hingga berita ini dipublis Ahamd Purbaya belum berhasil dimintai keterangan untuk menjelaskan  anggaran fantastis tersebut merupakan pemborosan atau kebutuhan.

Berita Terkait

Beasiswa Maluku Utara Bangkit 2026: Sekda Percepat Penyaluran, Kampus Soroti Mekanisme Pencairan
HUT ke-27 Sofifi: Hiburan, Komunikasi Publik, dan Makna Perayaan bagi Masyarakat
FSPIM KPBI Gelar Aksi di PT IWIP, Soroti Dugaan Union Busting dan Perselisihan Upah
Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak
Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia
GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi
Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Berita ini 372 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Beasiswa Maluku Utara Bangkit 2026: Sekda Percepat Penyaluran, Kampus Soroti Mekanisme Pencairan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:29 WIB

HUT ke-27 Sofifi: Hiburan, Komunikasi Publik, dan Makna Perayaan bagi Masyarakat

Senin, 21 September 2026 - 11:11 WIB

FSPIM KPBI Gelar Aksi di PT IWIP, Soroti Dugaan Union Busting dan Perselisihan Upah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:53 WIB

Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:51 WIB

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:07 WIB

GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Berita Terbaru